BRI Agro Siap Naik Kelas Menengah

Bisnis.com,19 Jul 2018, 17:01 WIB
Penulis: Nirmala Aninda
PT BRI Agroniaga Tbk./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) siap naik kelas ke bank umum kelompok usaha (BUKU) III dengan permodalan di atas Rp5 triliun - Rp30 triliun jika penawaran umum terbatas saham perseroan berjalan sesuai rencana.

Sebelumnya BRI Agro mengumumkan rencana penambahan modal melalui penawaran umum terbatas atau rights issue senilai Rp2 triliun dengan jumlah saham yang ditawarkan sebesar 27,1% dari total saham perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (16/7), jumlah saham yang ditawarkan ke publik sekitar 5 miliar lembar saham dengan harga Rp100 per lembar saham.

Perseroan menargetkan dana hasil rights issue sebesar Rp2 triliun, sehingga modal inti anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Perseroan) Tbk. yang saat ini berkisar Rp3,15 triliun tersebut dapat terakumulasi.

Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto menjelaskan perseroan telah menyiapkan sejumlah rencana bisnis bank untuk mengoptimalkan usaha naik kelas tersebut antara lain dengan melakukan transformasi digital.

BRI Agro akan menerapkan layanan perbankan digital melalui mobile application maupun internet. Hal ini dilakukan untuk penguatan bisnis konsumer dengan layanan consumer loan berbasis digital.

Perseroan juga akan menerapkan layanan laku pandai sebagai upaya memperluas akses nasabah terhadap layanan perbankan.

"Kami juga akan lakukan pengembangan layanan close system bagi segmen bisnis menengah dan ritel khususnya layanan trade finance dan supply chain financing," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (17/7).

Agus juga menyampaikan peningkatan fee based income melalui layanan bancassurance termasuk ke dalam rencana bisnis bank untuk naik kelas ke BUKU III.

Melalui penawaran umum terbatas (PUT) juga, BRI Agro berharap dapat mendongkrak kinerja bank melalui ekspansi kredit dengan mempertahankan pertumbuhan sebesar 40%.

Sebelumnya Agus menyampaikan potensi kredit di sektor agribisnis masih cukup besar yakni sekitar 60%-65% dari total bisnis perseroan. Prospek tersebut tidak lepas dari perbaikan harga komoditas secara global.

"Diharapkan dengan peningkatan modal akan makin memperbesar kapasitas bank dalam penyaluran kredit atau pembiayaan dan pada akhirnya akan meningkatkan size asset produktif sekaligus rentabilitas BRI Agro," kata Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini