Bank Mantap Siapkan Aplikasi Digital Mantap Mobile

Bisnis.com,23 Jul 2018, 19:56 WIB
Penulis: Ilman A. Sudarwan
Direktur Bank Mantap Muhamad Gumilang (dari kiri), Direktur Nurkholis Wahyudi, Direktur Bank Mandiri Kartini Sally, Dirut Bank Mantap Josephus K Triprakoso, Direktur Taspen Bagus Rumbogo dan Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto (kanan) saat peluncuran logo baru Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) di Jakarta. Minggu (28/1/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) tengah menyiapkan aplikasi digital Mantap Mobile yang akan dirilis pada tahun ini.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan  bahwa saat ini aplikasi tersebut masih menunggu izin dari Bank Indonesia (BI) selaku regulator di bidang sistem pembayaran.

“Kami masih menuggu izin dari BI, karena ini kan berkaitan dengan payment, tetapi kalau izin produknya sudah kami kantongi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Piloting juga sudah kami lakukan, jadi tinggal menunggu izin saja,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/7/2018).

Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat menghemat biaya operasional bank yang tercermin dari rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) yang menurun. Selain itu, menurut Josephus, alasan lain pengembangan aplikasi tersebut adalah mengikuti tren digitalisasi perbankan yang saat ini sudah menjadi keharusan bagi seluruh pelaku industri perbankan di Tanah Air.

“Dengan Mantap Mobile, BOPO bisa kami kurangi karena kami tidak perlu menambah cabang-cabang, channel-channel juga kami akan kurangi. Arahnya kan untuk digital technology, karena bank juga tidak mungkin terus menambah cabang,” katanya.

Dalam rencana bisnis Bank Mantap, total jumlah jaringan kantor Bank Mantap sepanjang 2018 ditargetkan dapat mencapai 221 unit dengan target mobil kas berjumlah 59 unit di seluruh Indonesia.

“Capital expenditure atau belanja modal kami tahun ini Rp240 miliar untuk investasi IT dan pembukaan cabang. Target cabang tambah kurang lebih 70-an,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodlilah Muqoddam
Terkini