Rupiah Terdepresiasi, CIMB Niaga Klaim Kualitas Aset Tetap Terjaga

Bisnis.com,23 Sep 2018, 20:24 WIB
Penulis: Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. menyatakan bahwa volatilitas nilai tukar rupiah tidak berdampak banyak terhadap kualitas aset perseroan. Perseroan juga memiliki dukungan yang kuat dari induk untuk mengantisipasi dampak negatif kondisi saat ini.

Direktur Strategi dan Keuangan CIMB Niaga Wan Razly Abdullah menyatakan, meskipun rupiah terdepresiasi, kualitas kredit perseroan masih terjaga dengan baik. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan yang justru mengalami perbaikan.

“CIMB Niaga menilai kualitas aset masih terkendali dimana rasio NPL CIMB Niaga per Juni 2018 berada di level 3,39%, atau lebih baik 50 bps dari posisi Juni 2017,” katanya kepada Bisnis, Minggu (23/9/2018).

Menurutnya, perseroan juga masih memiliki likuiditas valas yang cukup longgar. Hal itu tersermin dari loan to deposit ratio (LDR) valas CIMB Niaga yang tercatat pada 68%. Dengan demikan, menurutnya, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja positif sampai akhir tahun

“Kami juga memiliki standby support dari CIMB Group terkait likuiditas valas, yang sewaktu-waktu bisa digunakan jika diperlukan,” tambahnya.

Sampain dengan pertengahan tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,8 triliun per semester I/2018, atau naik 28,1% secara tahunan, yang ditopang lonjakan pendapatan nonbunga dan penurunan pencadangan.

Dari sisi aset, bank swasta terbesar kedua di Indonesia tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,6% secara tahunan menjadi Rp260,1 triliun. Adapun jumlah kredit mencapai Rp185,7 triliun, naik 7,6% dibandingkan dengan posisi pada Juni tahun lalu.

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan berhasil mencapai Rp190,3 triliun. Total DPK emiten berkode saham BNGA tersebut ditopang oleh dana murah berupa tabungan dan giro yang tumbuh 12,8% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini