Anak Usaha Dicaplok BRI, Danareksa Masih Calon Holding BUMN Jasa Keuangan

Bisnis.com,28 Sep 2018, 19:49 WIB
Penulis: M. Nurhadi Pratomo
Karyawan beraktivitas di kantor pusat PT Danareksa Investment Management (DIM), di Jakarta, Selasa (21/3)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARAT— Kementerian Badan Usaha Milik Negara memastikan akusisi yang dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terhadap 65% saham PT Danareksa (Persero) di PT Danareksa Sekuritas tidak berdampak terhadap pembentukan holding pelat merah jasa keuangan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menyatakan akuisisi yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia tidak berdampak terhadap peta jalan pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan. Menurutnya, Danareksa tetap akan menjadi induk usaha dari holding tersebut.

“Tidak ada pengaruhnya terhadap pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan,” ujarnya saat dikonfirmasi., Jumat (28/9/2018).

Berdasarkan pemberitaan  Bisnis  sebelumnya, pemerintah akan merombak struktur dan manajemen Danareksa di dalam Holding BUMN Jasa Keuangan. Rencananya, perseroan akan berganti nama menjadi PT Jasa Keuangan Indonesia.

Adapun, pemerintah akan membagi segmentasi bank pelat merah yang berada di dalam holding jasa keuangan. Pembagian dilakukan sesuai dengan fokus bisnis tiap perseroan.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa akuisisi dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha Bank Rakyat Indonesia. Pasalnya, emiten berkode saham BBRI itu belum memiliki entitas anak di bidang sekuritas.

Dia mencontohkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang telah memiliki PT Mandiri Sekuritas. Dengan memiliki Danareksa Sekuritas, BBRI dapat melayani kebutuhan konsumen yang membutuhkan fasilitas aksi korporasi.

“BRI juga ingin punya sehingga misalnya ada konsumen mereka yang ingin melakukan penawaran umum perdana saham [IPO] dapat dikerjakan,” paparnya.

Gatot mengatakan BBRI akan mencaplok 65% saham Danareksa di Danareksa Sekuritas. Akan tetapi, pihaknya belum membeberkan kocek yang dirogoh oleh perseroan untuk akuisisi tersebut karena baru dilakukan penandatanganan awal pada Kamis (27/9/2018

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini