Klaim Bisnis Aviation Diproyeksi Terkerek

Bisnis.com,31 Okt 2018, 11:40 WIB
Penulis: Anggi Oktarinda
Lion Air/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 yang terjadi pada Senin (19/10/2018), diproyeksi akan mengerek nilai klaim lini binis aviation pada akhir tahun. Proyeksi klaim yang meningkat bakal didorong oleh klaim kerangka pesawat.

Ketua Departemen Aviation Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Mirza Azis menyatakan, pihaknya memproyeksikan kecelakaan yang terjadi pada pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 jenis Boieng 737 MAX 8, dapat mendorong nilai klaim lini bisnis aviation pada akhir 2018. Namun, AAUI belum dapat memperkirakan kenaikan nilai klaim pada bisnis asuransi aviation pada akhir tahun ini.

Klaim bisnis aviation yang diperkirakan meningkat bakal didorong oleh klaim kerangka pesawat. Dia memperkirakan pembayaran klaim kerangka pesawat sebesar US$50 juta. Dalam pasar bisnis aviation, harga pesawat sejenis Boeing 737 Max 8 sekitar US$50 juta. Namun, terkait harga pesawat perlu dipastikan kembali kepada Lion Air dan Asuransi Tugu Pratama Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan penaikan nilai klaim ini belum tentu memengaruhi premi asuransi penerbangan secara general karena cara kerja market aviation internasional berdasarkan supply and demand. Peningkatkan klaim di akhir tahun juga diyakini tidak mendorong kontribusi klaim aviation di akhir tahun.

"Peningkatannya [klaim bisnis aviation] kecil sekali jika dibandingkan klaim secara keseluruhan dan juga tidak berhubungan dengan lini bisnis yang lain," katanya, sebagaimana dikutip Bisnis.com, Rabu (31/10/2018).

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe membenarkan, jika kejadian klaim pesawat Lion Air JT610 diselesaikan sebelum akhir tahun, maka akan meningkatkan klaim lini bisnis aviation.

Jika memperhitungkan klaim kerangka pesawat sekitar US$50 juta atau Rp761,18 miliar (kurs:Rp15.223,5), maka klaim bisnis aviation pada akhir tahun ini diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp355,78 miliar.

Sebagai informasi, klaim bisnis aviation pada semester I/2018 tercatat menurun 9,4% menjadi Rp192,66 miliar. Kontribusi klaim bisnis aviation per Juni 2018 sebesar 1,5%, membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,7%. Bisnis asuransi aviation memberikan perlindungan salah satunya terhadap kerangka pesawat terbang jika terjadi kecelakaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini