Suku Bunga Kredit FIF Kemungkinan Bakal Naik

Bisnis.com,05 Nov 2018, 17:17 WIB
Penulis: Reni Lestari
Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance atau FIF Group meresmikan kantor cabangnya di Depok, Kamis (25/8/201/)./Bisnis.com-Miftahul Khoer

Bisnis.com, JAKARTA - PT Federal International Finance (FIF) Group berpotensi menaikkan suku bunga pembiayaan pada kuartal IV/2018 ini. Hal tersebut merespons naiknya BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada September 2018.

Direktur IT & Bussinis Development FIF Group, Indra Gunawan mengatakan kenaikan suku bunga pembiayaan dipengaruhi potensi naiknya cost of fund multifinance yang sebagian besar berasal dari perbankan.

"Tentu kami harus mulai memperhitungkan kenaikan cost of fund yang terjadi sebagai acuan suku bunga jual kami," kata Indra kepada Bisnis, Senin (5/11/2018).

Dia melanjutkan kenaikan tersebut dilakukan bertahap dan diperkirakan berkisar antara 0,25% sampai 0,5%. Penaikan suku bunga pembiayaan yang bertahap dimaksudkan agar daya beli konsumen tidak terganggu dan daya saing perusahaan tidak menurun.

Namun demikian, kenaikan suku bunga dipastikan tidak akan memengaruhi pembiayaan lama yang sudah berjalan. "Untuk yang sudah berjalan pembiayaannya tentu saja tidak berpengaruh, lebih ke arah kemungkinan saja. Tetapi untuk pembiayaan baru pasti berdampak karena cost of fund yang sudah mulai naik," jelasnya.

Kenaikan suku bunga tersebut juga diperkirakan tidak signifikan mempengaruhi kinerja penyaluran pembiayaan. Sampai dengan September 2018, FIF Group sudah menyalurkan pembiayaan senilai Rp28,4 triliun atau naik 13,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur FIF Group Margono Tanuwijaya sebelumnya bahkan memperkirakan, penyaluran pembiayaan sampai akhir tahun akan berada di angka Rp37 triliun hingga Rp38 triliun. Dengan perkiraan jumlah penyaluran itu, FIF Group akan meraup pertumbuhan sekitar 19% dibandingkan realisasi sepanjang 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini