Asuransi Jasindo Beri Pelatihan Pariwisata di Danau Toba

Bisnis.com,23 Nov 2018, 10:45 WIB
Penulis: Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, JAKARTA - Asuransi Jasindo  dalam rangka pelaksanaan program “BUMN Hadir untuk Negeri”, melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang difokuskan kepada percepatan pembangunan infrastruktur dan pengabdian masyarakat lokal termasuk di bidang pariwisata.

“Sudah menjadi komitmen Asuransi Jasindo untuk selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi dan pariwisata di seluruh Nusantara, khususnya di 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan Pemerintah,” kata Untung Hadi Santosa, Direktur Asuransi Jasindo dalam siaran persnya.

Beliau menambahkan bahwa program PKBL kali ini menitik-beratkan kepada peningkatan kualitas SDM akan sadar wisata di daerah Danau Toba yang menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas, sejalan dengan konsep “Atraksi dan peningkatan kapasitas Pelaku pariwisata” yang sedang giat-giatnya dilakukan.

Sebagai salah satu destinasi yang sedang diprioritaskan pengembangan pariwisatanya, Danau Toba memiliki banyak keistimewaan termasuk merupakan danau terluas dan terdalam se Asia-Tenggara; bahkan kedua terbesar di dunia, kaya akan budaya khas Batak, memiliki panorama menakjubkan dari berbagai sudut pandang, udara yang sejuk dan nyaman, dan masih banyak lagi.

Reni Rizal selaku Kepala Biro PKBL Asuransi Jasindo menyampaikan bahwa Asuransi Jasindo bekerjasama dengan Speak To Lead – Training & Event Management di bawah pimpinan Ren Tobing mengadakan pelatihan kepariwisataan dengan tema “Peningkatan Sadar Wisata Bagi Pelaku Pariwisata di Wilayah Sumatera Utara Khususnya Kawasan Danau Toba” pada tanggal 21-22 November 2018 di Parapat, Danau Toba.

“Sebuah destinasi pariwisata yang berkelanjutan perlu menciptakan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal sehingga memberikan pengalaman menarik dan tak terlupakan bagi wisatawan. Dan dengan pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pencapaian hal tersebut sehingga dapat memberikan kontribusi dan dampak yang sangat baik bagi masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan pariwisata Danau Toba,” tutupnya

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi primadona bagi Indonesia, khususnya dalam 4 tahun terakhir ini. Digadang akan menempati urutan tertinggi penyumbang devisa negara dan penghasil tenaga kerja pada tahun 2020, pertumbuhan pariwisata Inonesia menjadi yang tercepat ke-9 di dunia, nomor 3 di kawasan Asia, dan no 1 di Asia Tenggara versi World Travel & Tourism Council (WTTC).

Tentunya hal ini tidak lepas dari berbagai inisiatif kebijakan dalam konsep 3A2P yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, penguatan Promosi, dan peningkatan kapasitas Pelaku pariwisata yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Mia Chitra Dinisari
Terkini