Membaca Arah Bisnis 2019 dengan Feng Shui

Bisnis.com,26 Nov 2018, 19:20 WIB
Penulis: Ilman A. Sudarwan
Master Feng Shui Yulius Fang berbicara pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2019 di Jakarta, Senin (26/11/2018)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Mempersiapkan arah bisnis tidak hanya dapat didasarkan pada kalkukasi pertumbuhan ekonomi dan politik. Feng Shui juga dapat menjadi referensi dalam menentukan peruntungan pada 2019.

Master Feng Shui Yulius Fang mengatakan bahwa 2019 merupakan Tahun Babi Tanah yang terdiri atas elemen air besar dan tanah kecil. Menurutnya, kedua elemen tersebut akan menghasilkan sejumlah tantangan untuk dunia bisnis.

Perpaduan elemen air dan tanah dapat diartikan akan menghasilkan aliran air yang kurang jernih. Hal ini menjadi cerminan dari salah satu tantangan para pebisnis tahun depan, yakni berpikir jernih dan menentukan pilihan yang tepat.

"Kalau terkontaminasi, maka tidak bisa berpikir jernih. Apakah efeknya? Hal positifnya adalah bidang sains, elektronik, olahraga, gim, mainan, medis, otomotif, dan penggalian," paparnya dalam gelaran "Bisnis Indonesia Business Challenges 2019", di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Meski memberi tantangan, tahun depan juga diyakini bakal membawa kebaikan bagi beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan eksplorasi dan mencari kesempatan baru. Yulius mengungkapkan hal tersebut bisa menjadi tanda positif bagi industri perminyakan untuk mencari titik-titik baru sumber minyak.

Secara umum, dia menyatakan bahwa pelaku usaha akan cenderung mengambil langkah aman dengan menunggu dan menunda ekspansi.

Dari sisi global, tensi perang dagang AS dan China juga masih berpotensi meningkat seiring dengan karakteristik tahun depan yang masih belum menjanjikan kedamaian bagi dunia usaha dan dunia politik.

"Pelaku ekonomi masih hati-hati, cari aman, dan kurang bisa berpikir jernih. Jadi, ambil keputusan bisa salah," ucap Yulius.

Dia memprediksi perang dagang antara dua negara tersebut masih akan berlangsung dan akan dimenangkan oleh AS dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang persaingan antara dua negara adidaya tersebut tidak akan dimenangkan oleh siapapun.

"Menang jadi arang, kalah jadi abu. Ini boleh dikata nobody wins," ujar Yulius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Margrit
Terkini