Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan 2019 Tumbuh 9%

Bisnis.com,30 Nov 2018, 14:47 WIB
Penulis: Dika Irawan
Karyawati melayani nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Rabu (9/8/2017)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mematok target pembiayaan pada tahun 2019 tumbuh sebesar 9% menjadi Rp29 triliun dari Rp25 triliun target tahun ini.

Direktur Utama MTF, Arya Suprihadi mengatakan pihaknya tidak mau terlalu agresif pada tahun depan, sehingga mendorong pertumbuhan pembiayaan di angka 9%.  “Kami mendorong tumbuh sama dengan pertumbuhan pasar,” katanya di Jakarta belum lama ini.

Arya mengatakan target itu didasari atas sejumlah pertimbangan. Salah satunya prospek pembiayaan kendaraan komersial. Menurut Arya, permintaan mobil komersial seperti truk cukup tinggi pada tahun ini karena didorong oleh pembangunan infrastruktur. Kemungkinan hal tersebut akan berlanjut pada tahun depan.

Selain pembangunan infrastruktur, permintaan kendaraan komersial juga diproyeksikan tumbuh karena tren pengingkatan di sektor perdagangan elektronik (e-commerce). Hal ini terkait dengan logistik. Artinya kendaraan-kendaraan pengantar barang kian dibutuhkan.  “Kami melihat prospek yang cukup baik,” katanya.

Di samping pembiayaan kendaraan, Arya mengatakan, pihaknya juga mendiversifikasi produk pembiayaan, yaitu melalui multiguna. Lewat pembiayaan itu, konsumen yang sudah memiliki kendaraan dapat memanfaatkannya. Selain itu, MTF juga memiliki layanan pembiayaan untuk dealer atau dealer financing. “Kelihatannya sih ke depan akan membaik,” katanya.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, MTF optimis angka Rp29 triliun dapat diraih. Salah satunya karena pertumbuhan pembiayaan multiguna. Pada tahun ini, kata Harjanto, kemungkinan baru mencapai Rp1 triliun. Sedangkan pada 2019, ditargetkan pembiayaannya mencapai Rp2 triliun. “Belum lagi ada bisnis lain seperti dealer financing. Jadi banyak juga bisnis di ritel,” katanya.

Harjanto melanjutkan MTF tetap akan memaksimalkan pada pembiayaan mobil baru. Baik itu jenis komersial maupun penumpang. Sebab pembiayaan kendaraan tersebut mengambil porsi 90% dari seluruh pembiayaan. “Masih mobil baru karena hal itu kami ahlinya. Kami melangkah harus sesuai keahlian,” katanya.

Sementara itu terkait kenaikan bunga kredit, Harjanto mengatakan, naik tipis pada kisaran 0,25-0,5% karena menyesuaikan dengan kondisi pasar. Kenaikan tersebut terjadi pada semua jenis pembiayaan. “Semuanya mau tak mau,” katanya.

Pada tahun depan, Harjanto mengatakan MTF juga akan berupaya untuk masuk ke digital karena tuntutan jaman. Terkait hal ini, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai platform digital untuk pemasaran.

Di samping itu, MTF juga tengah mengembangkan sistem digital scoring dan proses collection lewat digital. “Mungkin pada 2022 bisnis itu  [digital] akan tumbuh. Sekarang baru mulai,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini