Ini Tip Memulai Usaha ala Mr.Joger

Bisnis.com,16 Des 2018, 13:02 WIB
Penulis: Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Joseph Theodorus Wulianadi atau yang biasa dipanggil Mr. Jogersaat ditemui usai mengisi acara seminar Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo, di Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar Timur, Bali, Minggu (15/12/2018). (Nur Faizah/Bisnis).

Bisnis.com, BALI - Joseph Theodorus Wulianadi atau yang biasa dipanggil Mr. Joger merupakan pengusaha sukses Bali dalam lini bisnis kreatif.

Joger sukses membangun Toko 'Pabrik Kata-Kata Joger' yang merupakan salah toko pusat oleh-oleh terkenal di Bali.

Kepada Bisnis, Pria berusia 67 tahun tersebut memberikan tips suksesnya membangun bisnis.

"Jadi sebenarnya gini, kalau di bidang kreativitas itu kan hubungannya dengan [gaya yang] berbeda, jadi kalau Anda sudah mirip-mirip atau bahkan [membuat] KW-nya [tiruannya] itu Anda susah bangkit," kata Joger, saat ditemui seusai mengisi acara seminar Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo, di Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar Timur, Bali, Minggu (15/12/2018).

Joger mengatakan untuk memulai usaha yang ke depannya disukai orang, Anda harus memiliki keunikan tersendiri atau DNA usaha Anda sendiri.

"Contohnya, mau usaha permen, [saat ini] kan sudah banyak orang punya pabrik permen, enggak usah khawatir, bikin permen rasa stasiun kereta api, kan belum ada kan?," lanjutnya sambil tertawa.

Joger mengatakan meski media bisnisnya sama, masih banyak 'tempat' yang bisa diolah.

"Seperti saya kaos, kaos itu kan salah satu bentuk media [bisnis], media itu kan netral, jadi tergantung, coba sekarang kaos banyak yang jual, tapi ada kaos yang laku, yang kurang laku, kenapa? karena kurang menarik," kata Joger.

"Jadi, [membangun bisnis adalah] bagaimana membuat sesuatu yang [unik dan memiliki DNA] dengan niat baik, lalu carilah sesuatu yang benar-benar berbeda," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini