Kekhawatiran Investor Mereda, IHSG Berbalik Menguat

Bisnis.com,19 Des 2018, 09:53 WIB
Penulis: Aprianto Cahyo Nugroho
Pengunjung beraktivitas di samping papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Senin (17/12/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu rebound pada awal perdagangan hari ini, Rabu (19/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka melemah 0,09% atau 5,57 poin ke level 6.072,39, namun berhasil rebound dan menguat 0,62% atau 37,67 poin ke level 6.119,54 pada pukul 9.19 WIB.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.076,22-6.121,02. IHSG berhasil rebound setelah pada akhir perdagangan Selasa (18/12) ditutup melemah 0,12% atau 7,44 poin ke level 6.081,87.

Baca juga
ADRO Fokus ke PLTU

Sebanyak 167 saham menguat, 53 saham melemah, dan 401 saham stagnan dari 621 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing menguat 0,83% dan 0,82% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG pagi ini.

Seluruh sembilan sektor terpantau bergerak di zona hijau pagi ini, didorong sektor industri dasar yang melonjak 1,84%, disusul sektor infrastruktur yang menguat 0,7%.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG pada Rabu (19/12) akan bergerak variatif menguat didukung meredanya kekhawatiran investor terhadap defisit perdagangan karena harga minyak yang merosot.

Hariyanto Wijaya, CFA Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjelaskan IHSG turun 0,13% pada hari Selasa di balik kekhawatiran pada melebarnya Current Account Deficit pada kuartal IV/2018.

"Kami memperkirakan IHSG untuk trade mixed to higher hari ini di balik meredanya kekhawatiran pada defisit perdagangan karena harga minyak yang merosot," tulisnya dalam riset yang diterima Bisnis, Rabu (19/12).

Selain itu, Bank Indonesia akan mengumumkan policy rate-nya pada hari Kamis. Mirae Asset Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan 7-day Repo Rate sebesar 0.25% menjadi 6.25% (vs. perkiraan konsensus 7DRRR tidak berubah di 6.00%).

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak hati-hati pada perdagangan pagi ini ketika penurunan yang luar biasa tajam dalam harga minyak mendorong spekulasi akhir siklus pengetatan oleh Federal Reserve AS setelah pertemuan pekan ini.

Indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang naik 0,2%, sedangkan indeks Nikkei Jepang turun 0,1% dan E-Mini futures untuk S&P 500 beringsut naik 0,17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini