Liburan Natal dan Tahun Baru, Asuransi Perjalanan Panen

Bisnis.com,25 Des 2018, 21:50 WIB
Penulis: Leo Dwi Jatmiko
Ilustrasi-Asuransi/www.getbudget.com

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pemangku kepentingan menilai produk asuransi perjalanan mengalami pertumbuhan saat liburan natal dan tahun baru, didorong oleh sejumlah faktor.

CEO dan Presiden Direktur Futuready Sendy Filemon, mengatakan penjualan polis asuransi perjalanan saat liburan natal dan tahun baru meningkat secara tahunan, didorong oleh pengetahuan masyarakat terhadap futuready sebagai pialang online asuransi yang terus berkembang.

Namun sayangnya, Sendy mengaku belum dapat menyampaikan jumlah polis asuransi perjalanan yang dijual karena menunggu data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami rasa ini karena brand kami yang makin dikenal masyarakat, Saya tidak bisa komentar banyak tentang angka untuk tahun berjalan. Patokan kami selalu kembali ke informasi yang sudah dikumpulkan dan diumumkan oleh OJK,” kata Sendy kepada Bisnis, Selasa (25/12/2018).

Sendy menambahkan, dalam memasarkan produk asuransi perjalanan kecepatan dalam memberikan layanan polis masih menjadi tantangan tahun ini.

Tahun depan, Dia berupaya mendorong Futuready semakin cepat dalam memberikan layanan pengiriman polis.

“Saat ini, durasi waktu dari nasabah melengkapi data polis sampai polis dikirimkan, berkisar dari 3 menit sampai 24 jam. Tentunya kami ingin semakin mempercepat waktu pengiriman polis tersebut,” kata Sendy.

Berbeda, Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi mengatakan, hingga saat ini penjualan asuransi perjalanan di perseroan masih sedikit, disebabkan usia produk asuransi perjalanan yang masih belia di perseroan.

“Travel insurance kami masih kecil [preminya] jadi belum bisa kasih data. Ya [sebabnya] baru launching,” kata Christian.

Aswata memiliki produk asuransi perjalanan bernama Aswata Travel A+. produk tersebut merupakan bagian dari rangkaian produk-produk Aswata sebelumnya seperti asuransi mobil OTO A+, asuransi properti Griya A+ dan asuransi khusus usaha kantor, Usaha A+.

Produk ini memiliki 38 manfaat yang dapat memenuhi kebutuhan perlindungan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Perlindungan yang diberikan yakni dari risiko meninggal dunia akibat kecelakaan serta biaya medis hingga US$100 ribu.

Disamping itu, perlindungan lain yang diberikan produk ini yakni evakuasi dan repatriasi, keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, perlindungan rumah atas kebakaran dan kebongkaran, serta manfaat lainnya.

Produk ini nantinya dapat dibeli melalui berbagai slauran distribusi baik online, jaringan kantor Aswata, biro perjalanan, maskapai penerbangan, agen dan pialang asuransi.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudyar Dalimunthe memperkirakan, liburan natal dan tahun baru akan mendongkrak pertumbuhan premi asuransi perjalanan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa, didorong oleh nasbah yang berpergian untuk mengisi hari libur dan modifikasi produk.

“Pengalaman yang ada menunjukan bahwa masa liburan memang terjadi peningkatan premi produk-produk asuransi tersebut,” kata Dody.

Disamping itu, sambung Dody, jalur distribusi digital yang memudahkan pemasaran produk asuransi perjalanan, turut mendongkrak pertumbuhan premi asuransi perjalanan.

Dody optimistis asuransi travel tumbuh tahun depan melihat perusahaan asuransi yang makin kreatif dalam membuat produk asuransi serta pengoptimalan distribusi channel termasuk digital

“Perusahaan asuransi akan banyak main di travel insurance karena risiko relatif terkendali, nilai pertanggungan tidak terlalu besar,” ucap Dody..

Sementara itu, Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti asuransi perjalanan kian bertambah seiring dengan sejumlah tragedi  kecelakaan yang menimpa maskapai penerbangan.

Dia mengatakan, jika sebelumnya masyarakat hanya ikut asuransi perjalanan wajib dari Jasa Raharja, sekarang bergeser dengan membeli polis asuransi perjalanan lainnya.

“Kejadian Lion Air dan lain-lain, kesadaran orang semakin besar untuk membeli asuransi di luar Jasa Raharja,” kata Irvan.

faktor lain yang mendorong pertumbuhan premi, sambung Irvan,  karena perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang menjadikan liburan sebagai kebutuhan.

Masyarakat Indonesia yang sekarang banyak dihuni oleh kaum milenial, kerap menghabiskan uang mereka untuk suatu hal yang bersifat sementara atau membeli barang yang tidak membutuhkan perawatan.   

“Orang sekarang kebutuhan hidupnya bergeser dari pengaturan keuangan kepada gaya hidup leisure atau mewah,” kata Irvan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Andhika Anggoro Wening
Terkini