Pemasaran Asuransi Jaga Wisata Belum Masif

Bisnis.com,28 Des 2018, 12:17 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Konsorsium asuransi wisata dinilai belum optimal memasarkan produk universal travel protection bertajuk Jaga Wisata.

Chief Marketing Officer PT Central Asia Finansial (Jagadiri) Yuda Wirawan mengatakan, sejak diluncurkan 27 September 2018, konsorsium saat ini baru membukukan sekitar 300 polis asuransi jaga wisata. Adapun, nilai premi dari jumlah polis tersebut yakni Rp3 juta.

Dia menjelaskan, konsorsium belum gencar melakukan promosi produk tersebut sehingga berakibat pada perolehan premi yang masih minim. Promosi yang lebih gencar akan dilakukan pada 2019.

"Produk ini menginduk ke Kementerian Pariwisata, sehingga sangat besar pengaruh sosialisasi yang dilakukan kementerian, jajaran, instansi, serta seluruh industri terkait pariwisata. Ini yang akan mulai gencar dilakukan di 2019," katanya dikutip Bisnis.com, Jumat (28/12/2018).

Sebagai informasi, Konsorsium Asuransi Wisata terdiri dari 8 perusahaan asuransi yakni PT Central Asia Financial (Jagadiri) yang juga menjadi leader konsorsium, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life Insurance), PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Staco Mandiri, PT Asuransi Jasa Raharja Putera (JP-Insurance), PT Equity Life Indonesia, PT Asuransi Binagriya Upakara, dan PT Asuransi Intra Asia.

Produk ini menawarkan perlindungan mulai dari 3, 7, 15, hingga 30 hari, dengan premi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp100.000. Adapun, perlindungan yang diberikan mencakup sakit akibat kecelakaan, cacat akibat kecelakaan, keracunan, kegiatan olahraga ekstrim, hingga terorisme dan bencana dan termasuk evakuasi darurat medis ketika melakukan perjalanan.

Dia menjelaskan, perlindungan produk jaga wisata juga termasuk risiko akibat gempa, tsunami, badai, dan bencana katastropik lainnya. Terkait tsunami di Selat Sunda, konsorsium belum menerima laporan klaim akibat bencana tersebut.

"Tujuan atau destinasi tidak menjadi hal yang diinfokan saat membeli polis," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini