Pembunuh Jamal Khashoggi Terekam CCTV Bawa Beberapa Tas Diduga Potongan Jasad

Bisnis.com,01 Jan 2019, 15:47 WIB
Penulis: Iim Fathimah Timorria
Rekaman terbaru yang ditayangkan media Turki memperlihatkan sekelompok pria yang memasuki kediaman konsul jenderal Saudi di Istanbul dengan membawa tas hitam yang diyakini berisi potongan jasad Khashoggi/Al Haber via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Stasiun televisi pro pemerintah Turki, Al Haber merilis sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan sekelompok pria membawa sejumlah tas yang diyakini berisi potongan jenazah jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Dalam rekaman yang dilansir Reuters pada Senin (31/12/2018) tersebut, tim yang diduga membunuh Jamal Khashoggi memasuki kediaman Konsul Jenderal Saudi di Turki yang hanya berjarak beberapa meter dari gendung konsulat.

Salah satu anggota tim terlihat membawa tas hitam, yang menurut media Turki, kemungkinan besar berisi bagian tubuh jurnalis yang juga dikenal sebagai kritikus Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman tersebut.

Jurnalis Al Jazeera Sinem Koseoglu melaporkan dari Istanbul bawa rekaman tersebut pertama kali diperoleh oleh Ferhat Unlu, jurnalis investigasi dari harian Daily Sabah. Unlu menyatakan tidak ada bukti yang memperlihatkan bahwa tas tersebut keluar dari kediaman konsul jenderal.

Koseoglu juga mengatakan bahwa otoritas Turki telah menggeledah kediaman konsul jenderal Saudi, namun terdapat satu tempat yang belum digeledah karena tidak diizinkan pihak Saudi.

Direktur Eksekutif Washington DC Khalil Jahshan mengungkapkan rekaman video tersebut berdampak signifikan terhadap perkembangan investigasi kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Ia menilai video tersebut dapat menjadi jawaban mengenai pertanyaan soal keberadaan jasad Khashoggi.

"Video tersbeut memberi kesan bahwa tubuh Khashoggi berada di kediaman konsuler dan itulah yang seharusnya menjadi fokus penyelidikan, apa yang terjadi di sana," kata Jahshan dilansir dari Al Jazeera, Selasa (1/1/2019).

Kasus Jamal Khashoggi merupakan salah satu peristiwa yang mendapat sorotan dari dunia internasional hingga penghujung 2018. Ia dikabarkan hilang pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat jenderal Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Pemerintah Turki menyebut Khashoggi telah dibunuh di dalam konsulat dan tubuhnya dimutilasi. Pemerintah Ankara juga mengindikasikan pembunuhan Khashoggi telah direncanakan dan diperintahkan oleh pimpinan tertinggi Saudi. Penyelidikan tersebut kemudian mengarahkan kecurigaan kepada Putera Mahkota Mohammad bin Salman yang kerap menjadi sasaran kritik Jamal Khashoggi.

Sementara itu, Riyadh membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa Khashoggi tewas dalam operasi keji oleh sekelompok orang tak dikenal setelah sebelumnya mengklaim Khashoggi hilang setelah keluar dari gendung konsulat. Riyadh juga membantah keterlibatan keluarga kerajaan dan menegaskan bahwa Pangeran Mohammad tidak tahu-menahu soal pembunuhan Khashoggi.

Jaksa pengadilan umum Arab Saudi bulan lalu juga mengungkapkan pihaknya akan menjerat 5 orang yang tergabung dalam tim pembunuh Khashoggi dengan hukuman mati. Selain itu, 11 dari 21 terduga pelaku juga telah ditahan dan akan diadili.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fajar Sidik
Terkini