Ini Sebab Asuransi Jiwa Berbalik Merugi pada 2018

Bisnis.com,29 Jan 2019, 16:39 WIB
Penulis: Leo Dwi Jatmiko
/go2guys.co.nz

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi kinerja laba bersih industri asuransi jiwa pada akhir 2018 berbalik merugi dibandingkan dengan tahun lalu, disebabkan oleh penurunan hasil investasi yang terjadi selama 2018.

Menilik data yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2018, jumlah laba bersih industri asuransi jiwa menurun tajam hingga berbalik minus menjadi Rp2,17 triliun pada 2018, dari Rp11,12 triliun pada 2017.

Meskipun hasil investasi pada pengujung tahun sudah menunjukan perbaikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, tetapi hal tersebut tidak berpengaruh terhadap keseluruhan investasi sepanjang tahun. Akibatnya, perolehan laba bersih industri pun tidak mampu terdongkrak.

Tercatat pada Desember 2018, hasil investasi industri asuransi jiwa senilai Rp6,62 triliun. Namun, jika dibandingkan dengan hasil investasi sepanjang 2017 yang tercatat Rp47,75 triliun, realisasi sepanjang 2018 menyusut 86,13%.

Direktur Eksekutif Asoasisi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, pihaknya masih mempelajari data OJK mengenai nilai laba bersih industri yang terkoreksi pada akhir 2018. Meski demikian, Togar menduga penurunan nilai laba ada hubungannya dengan melemahnya kinerja investasi di industri asuransi jiwa.

“Kami belum dapat teliti lebih lanjut karena saat ini kami masih dalam proses pengumpulan data untuk kuartal IV 2018. Namun dapat diduga penyebabnya adalah hasil investasi sepanjang 2018 yang menurun,” kata Togar kepada Bisnis.com, dikutip Selasa (29/1/2019).

Togar menjelaskan, perjalanan industri asuransi jiwa pada 2018 cukup berat. Sejumlah tantangan seperti anjloknya hasil investasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kinerja industri asuransi jiwa yang sebagian besar produknya berbasis investasi.

“Penurunan kinerja hasil investasi asuransi jiwa disebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergejolak tahun ini sehingga berimbas pada hasil investasi,” kata Togar.

Togar menuturkan salah satu penyebab pergerakan IHSG melemah adalah adanya perang dagang global yang melibatkan dua negara besar. “Tentu saja hal tersebut akan berpengaruh terhadap laba bersih perusahaan,” kata Togar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini