Bank Jatim Kaji KUR Pensiunan

Bisnis.com,20 Feb 2019, 18:10 WIB
Penulis: Andi M. Arief
Kegiatan di salah satu kantor cabang Bank Jatim./Antara-Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) sedang melakukan kajian dan melengkapi persyaratan untuk dapat berpartisipasi menyalurkan kredit usaha rakyat atau KUR Pensiunan. 

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan kajian tersebut dilakukan karena sedang menunggu arahan pemegang saham pengendali yang baru. Selama ini, Bank Jatim juga telah memiliki portofolio penyaluran kredit kepada nasabah pensiunan. 

"Kredit pensiunan saat ini jadi salah satu sektor pembiayaan andalan karena telah bekerja sama dengan PT Taspen Persero," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/2/2019). 

Ferdian menambahkan penambahan skema KUR terhadap Pensiunan merupakan langkah yang bagus. Namun demikian, perbankan perlu melakukan pendampingan terhadap debitur KUR Pensiunan nantinya. 

Selain karena debitur KUR Pensiunan merupakan nasabah lansia yang membuka usaha, Ferdian mengutarakan perlu usaha yang lebih dalam menyalurkan kredit ke sektor produktif. Selain itu, katanya, perbankan juga perlu melakukan sosialisasi terkait skema KUR tersebut kepada nasabah. 

Pada akhir tahun ini, Ferdian memaparkan akan mengejar target pertumbuhan penyaluran kredit pensiunan sebesar 30% menjadi Rp1 triliun dari realisasi tahun sebelumnya senilai Rp720 miliar. Ferdian berujar pencapaian target tersebut akan didorong oleh kerja sama antara perseroan dan Taspen terkait flagging ASN pra-pensiun. 

Adapun, sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit pensiunan oleh Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 45% dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya. 

Selain dengan Taspen, perseroan juga telah bekerja sama dengan PT Asabri (Persero) sebagai mitra bayar nasabah pengelola dana pensiun tersebut. 

Bank Jatim menargetkan dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada 48.000 pensiunan di Jawa Timur pada tahuhn ini. Dari sisi nilai, target penyaluran kredit kepada nasabah pensiunan ditetapkan sebesar Rp150 miliar per bulan sepanjang tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini