Realisasi Industri Menurun, Tertanggung Kumpulan Mandiri Inhealth Justru Tumbuh 15%

Bisnis.com,01 Mar 2019, 10:54 WIB
Penulis: Oktaviano DB Hana
Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila (kiri) berbincang dengan salah satu pasien saat meninjau konter Mandiri Inhealth di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Kamis (8/11/2018)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia mencatatkan pertumbuhan jumlah tertanggung asuransi kumpulan pada 2018, di tengah tren penurunan  industri asuransi jiwa.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Iwan Pasila mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan premi dari produk asuransi kesehatan kumpulan.

“Kalau di Mandiri Inhealth, premi kumpulan kesehatan bertumbuh sekitar 15%, dengan jumlah tertanggung yang tumbuh sekitar 15%,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (28/2/2019).

Iwan, yang juga merupakan Kepala Departemen Investasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), menilai data industri yang menunjukkan penurunan total jumlah tertanggung, terutama dari asuransi kumpulan, bisa dipicu oleh peningkatan nilai klaim habis kontrak dan surrender. Di samping itu, dia menilai dampak kehadiran BPJS Kesehatan juga dapat memengaruhi penurunan jumlah tertanggung asuransi kumpulan.

“Bisa juga karena penurunan hal tersebut [peralihan ke BPJS Kesehatan], tetapi saya tidak punya data dari produk apa yang berkurang signifikan,” jelas Iwan.

Dalam paparan terkait kinerja industri kuartal IV/2018, Rabu (27/2), AAJI mencatat tren penurunan jumlah tertanggung berlanjut pada 2018. Sejak kuartal IV/2016 hingga kuartal IV/2018, total tertanggung asuransi jiwa menurun rata-rata sebesar 3,0%, kendati jumlah tertanggung perorangan masih menunjukkan peningkatan rata-rata 0,3%.

Pada 2018, AAJI mencatat total tertanggung industri asuransi jiwa menurun 17,8% secara year-on-year (yoy) menjadi 53.860.282 orang.  Realisasi itu dipengaruhi jumlah total tertanggung kumpulan yang turun 23,3% yoy menjadi 36.067.942 orang.

Pada tahun lalu, total tertanggung individu juga menurun 3,8% yoy menjadi 17.792.340 orang. 

Dalam paparan itu, Iwan menilai ada tren peningkatan klaim yang memasuki masa akhir kontrak dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami melihat bahwa dalam 2 tahun terakhir peningkatan rata-rata 20%, semakin banyak polis yang mature,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Margrit
Terkini