CIMB Niaga Syariah Rencana Terbitkan Sukuk Rp2 Triliun

Bisnis.com,27 Mar 2019, 15:37 WIB
Penulis: Muhammad Khadafi
CIMB Niaga Syariah

Bisnis.com, JAKARTA – Unit usaha syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau CIMB Niaga Syariah menargetkan menggalang dana nonkonvensional sebesar Rp2 triliun tahun ini. Rencananya bank akan menerbitkan sukuk masing-masing Rp1 triliun pada awal dan akhir semester II/2019. 

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djadjanegara mengatakan bahwa penawaran sukuk tidak menjadi keharusan bagi bank. Pasalnya meski rasio pembiayaan terhadap pendanaan (financing to deposit ratio/FDR) CIMB Niaga Syariah lebih dari 100%, tetapi kemampuan bank memenuhi kewajiban jangka pendek tergolong aman.

“Kalau pricing suku terlampau tinggi, kami tidak ambil. Karena kalau begitu lebih baik kami pinjam dengan induk [CIMB Niaga] atau cari deposito,” katanya di Jakarta, Rabu (27/9/2019).

Pada tahun lalu CIMB Niaga Syariah telah menawarkan sukuk senilai Rp1 triliun. Seluruh dana digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Selain itu penawaran sukuk menjadi satu strategi perusahaan untuk meningkatkan perhatian publik kepada perbankan syariah.

Pandji menjelaskan bahwa sukuk menjadi opsi perusahaan untuk mencari dana jangka panjang. Hal ini di antaranya dibutuhkan untuk menguatkan ekspansi pembiayaan jangka panjang perusahaan, seperti yang menyasar proyek infrastruktur. 

Pada tahun lalu Bank CIMB Niaga Syariah ikut dalam sejumlah proyek sindikasi dengan perusahaan pelat merah. Pada awal tahun ini, UUS telah meneken pembiayaan kepada anak usaha PT Waskita Karya (Persero) senilai kurang lebih Rp500 miliar. Hingga akhir tahun masih ada beberapa pembiayaan kepada proyek infrastruktur terkait jalan tol dan telekomunikasi. 

“Kurang lebih semua pipeline Rp2,5 triliun, tapi belum tentu berhasil semua,” kata Pandji. 

Sementara itu secara total pada tahun lalu Bank CIMB Niaga Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar sebesar Rp26,51 triliun atau naik 58,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).Kontributor utama pertumbuhan adalah segmen korporasi dan pemilikan rumah, yang masing-masing tumbuh 85,5% yoy dan 60,4% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farodilah Muqoddam
Terkini