Gaet KUDO, Bank BNI Dapat Tambahan 200.000 Agen46

Bisnis.com,02 Mei 2019, 16:19 WIB
Penulis: M. Richard
(Kiri ke kanan) Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati, CEO & Co-Founder Kudo Agung Nugroho, dan Pemimpin Divisi E-Banking BNI Anang Fauzie melakukan simulasi proses transfer uang di Warung Digital Serba Bisa Kudo yang telah didukung oleh BNI di Jakarta pada Kamis (2/5/2019)./Bisnis-M. RIchard

Bisnis.com, JAKARTA – Bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berharap dapat tambahan 200.000 Agen46 tahun ini, seiring dengan kerja samanya dengan PT Kudo Teknologi Indonesia (Kudo).

Agen46 merupakan mitra Bank BNI dalam menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai).

Direktur Retail Banking Bank BNI Tambok P Setyawati mengatakan perseroan membutuhkan kerja sama strategis untuk mendongkrak jumlah agen laku pandai dengan cepat.

Kerja sama dengan KUDO (Kios Untuk Dagang Online) merupakan salah satu upaya yang tepat, karena perusahaan ini memiliki setidaknya 2 juta warung yang menjadi anggota dan 20% di antaranya adalah pedagang aktif.

“Jadi kami berharap kerja sama ini bisa menjadi momentum bagi kami untuk menumbuhkan Agen 46 secara anorganik,” katanya, Kamis (2/5/2019).

Perseroan saat ini baru memiliki 117.000 agen Laku Pandai yang aktif. Meski demikian, Pemimpin Divisi E-Banking BNI Anang Fauzie mengatakan penambahan tersebut tidak akan dilakukan secara cepat.

Pasalnya, agen46 memiliki proses pengujian (due diligence) yang cukup ketat. Kemampuan pelaku dagang yang terafiliasi dengan Kudo sendirilah yang mampu menentukan kecepatan peningkatan agen BNI tersebut.

“Maka dari itu kita hanya menargetkan 50% dari 20% warung Kudo yang aktif, [yakni 200.000]," katanya.

Anang menuturkan perseroan memiliki peta jalan yang cukup prospektif dalam kerja samanya bersama KUDO.

Pelaku dagang warung yang sudah berhasil menjadi agen 46 dapat diarahkan untuk memanfaatkan fitur layanan Bank BNI lainnya, seperti tarik setor dan buka akun laku pandai.

Perseroan juga dapat bekerja sama dengan warung yang prospektif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selain itu, katanya, KUDO juga telah mampu bekerja sama dengan Grab Indonesia. Perseroan akan mengarahkan pelaku warung untuk lebih aktif dalam menggaet pengemudi Grab untuk lebih perhatian dalam meningkatkan tabungan, yang pada akhirnya hal ini akan membantu meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

CEO & Co-Founder Kudo Agung Nugroho mengatakan kerja sama merupakan hal yang terpenting dalam upaya pengembangan bisnis saat ini.

“Saya percaya dengan berintegrasi, maka tujuan-tujuan bisnis akan lebih cepat tercapai,” katanya.

Dia mengatakan potensi perkembangan KUDO cukup baik. Apalagi, warung yang aktif saat ini baru 20%.

“Terlebih, jumlah warung di Indonesia itu 5 juta, kalau 1 juta warung bisa aktif dengan kami, itu sudah sangat bagus, dan kami mengarah ke sana,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: M. Taufikul Basari
Terkini