Modalku Lanjutkan Strategi Untuk Semester II/2019

Bisnis.com,11 Jun 2019, 13:23 WIB
Penulis: Oktaviano DB Hana
Iwan Kurniawan, COO Modalku (ketiga dari kiri); Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku (keempat dari kiri) & Sigit Aryo Tejo, Head of Micro Business Modalku (kelima dari kiri) bersama tim Modalku./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah perusahaan pinjam meminjam langsung berbasis teknologi informasi atau financial technology/fintech lending masih akan melanjutkan strategi yang sama untuk meningkatkan penetrasi pada semester II/2019.

Intensifikasi produk yang ada menjadi fokus para pelaku industri jasa keuangan anyar tersebut.

Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), mengakui pihaknya tidak akan melakukan perubahan yang berarti dalam hal strategi pasar dari semester I/2019.

“Sebenarnya sama saja, hanya proyeknya lebih gencar saja, dengan produk yang sama. Jadi, kalau dilihat kami akan berfokus pada penetrasi,” ujarnya kepadaBisnis, Senin (10/6/2019).

Reynold menjelaskan Modalku saat ini telah memiliki lini produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, dia mengatakan bahwa pihaknya tetap akan melakukan inovasi dari sisi produk tersebut.

Dengan begitu, pihaknya berharap bisa terus mendapatkan kepercayaan baik dari nasabah eksisting maupun nasabah baru.

“Produk dari luarnya tetap sama, tetapi tetapi inovasi terus dilakukan agar bisa sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Reynold mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkanpembiayaan sekitar Rp4,1 triliun. Realisasi itu disalurkan di wilayah Indonesia saja.

“Kalau untuk Indonesia, [pembiayaan yang disalurkan] sekitar Rp4,1 triliun, per hari ini,” ujarnya.

Reynold menjelaskan Indonesia masih menjadi pasar terbsar bagi grup Modalku yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara. Di kawasan regional tersebut, jelas dia, secara total pihaknya telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp6,6 triliun.

Realisasi itu, kata Reynold, tidak terlepas dari upaya pihaknya untuk terus meningkatkan penetrasi pembiayaan.

“Sekarang untuk regional [pembiayaan] Rp6,6 triliun. Memang mayoritas masih di Indonesia.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini