ERAA Sepakati Perjanjian Kredit Rp4,48 Triliun dengan BCA

Bisnis.com,19 Jun 2019, 00:58 WIB
Penulis: Hafiyyan
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten ritel perangkat telekomunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) melakukan perjanjian fasilitas pinjaman dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BCAA) senilai Rp4,48 triliun.

Head of Legal & Corporate Secretary Erajaya Swasembada Amelia Allen menyampaikan, pada 17 Juni 2019 Erajaya memeroleh perpanjangan dan tambahan fasilitas pinjaman dari BCA sebesar Rp4,48 triliun.

“Perpanjangan dan tambahan fasilitas pinjaman yang diperoleh Erajaya Group akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung kegiatan operasional dan ekspansi bisnis perusahaan,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (18/6/2019).

Dikutip dari laporan keuangan ERAA per 31 Maret 2019, Pada 14 Desember 2009, ERAA dan entitas anak menandatangani perjanjian pinjaman joint borrower dengan BCA. Fasilitas itu mencakup letter of credit dengan pagu pada tanggal 31 Desember 2018 dengan nilai maksimal US$65 juta.

Berdasarkan perjanjian tersebut, ERAA dan entitas anak menerima fasilitas pinjaman revolving sebesar Rp1,2 triliun. Anak usaha ERAA, PT Mitra Internasional Indonesia (MII) juga mendapat pinjaman revolving dengan pagu Rp975 miliar. Perjanjian joint borrower ini berlaku hingga 13 Agustus 2019.

Pada 31 Desember 2018, MII juga mendapat fasilitas pinjaman revolving sebesar Rp955 miliar yang berlaku hingga 13 Mei 2019.

Per Maret 2019, total liabilitas ERAA mencapai Rp7,39 triliun, menurun dari akhir 2018 sebesar Rp7,86 triliun. Ekuitas perusahaan sebesar Rp4,89 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp4,82 triliun.

Dari sisi kinerja, pendapatan perusahaan per 31 Maret 2019 mencapai Rp7,12 triliun, turun dari kuartal I/2018 sebesar Rp8,28 triliun. Laba bersih pun anjlok menjadi Rp47,38 miliar dari sebelumnya Rp205,36 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Andhika Anggoro Wening
Terkini