Broker Perlu Kembangkan Produk Asuransi 'Ramah' Digital

Bisnis.com,04 Jul 2019, 10:43 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Head of Business Development PT Futuready Insurance Broker Oki Haridadi memberikan penjelasan mengenai produk terbaru Visa Refund Insurance saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (2/7/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Era disrupsi teknologi dinilai membuat perusahaan broker asuransi perlu mengembangkan penjualan produk yang 'ramah' terhadap tren digital, khususnya produk di segmen ritel.

Head of Business Development PT Futuready Insurance Broker Oki Haridadi menilai, disrupsi teknologi turut memengaruhi cara masyarakat menilai produk asuransi. Hal tersebut menurutnya berpengaruh pada bagaimana masyarakat membeli asuransi.

Dia menjelaskan, di era disrupsi teknologi ini, industri asuransi harus mampu menyediakan produk yang 'ramah' untuk dijual melalui kanal digital. Hal tersebut menurut Oki penting karena karakteristik produk yang dicari dalam kanal digital berbeda dengan produk yang dijual secara konvensional.

"Produk [asuransi yang dijual melalui kanal] digital itu harus sederhana, manfaatnya dapat dilihat dengan jelas, pelanggan pun harus mendapatkan informasi produk secara lengkap. Karakteristik [produk yang dijual melalui kanal] digital itu beda, sehingga perlu pendekatan berbeda," ujar Oki kepada Bisnis, Rabu (3/7/2019).

Dia menjelaskan, diperlukan kerja sama antara perusahaan asuransi dan broker dalam pengembangan produk di kanal digital tersebut. Sebagai broker asuransi online, menurut Oki, Futuready telah bermitra dengan 22 perusahaan asuransi dan sedang berkomunikasi terkait kemitraan dengan 20 perusahaan lain.

Oki menjelaskan, salah satu pengembangan teranyar yang dilakukan Futuready adalah peluncuran produk Visa Refund Insurance. Asuransi yang memproteksi risiko kegagalan pengajuan visa tersebut merupakan buah kerja sama Futuready dengan PT Tokio Marine Indonesia.

Produk tersebut merupakan bagian dari lini bisnis perlindungan diri yang menurut Oki sesuai dengan karakteristik produk asuransi yang dijual melalui kanal digital. Meskipun porsi premi lini bisnis perlindungan diri tidak dominan, Oki optimistis Visa Refund Insurance dapat turut mendorong kinerja perseroan.

Lini bisnis yang mendominasi porsi penjualan Futuready adalah lini asuransi perjalanan. Menurut Oki, porsi lini tersebut mencapai 50% dari total kuantitas penjualan polis Futuready.

Dia menjelaskan, porsi tersebut dicatatkan karena produk asuransi perjalanan 'ramah' untuk dijual melalui kanal digital.

Adapun, jika dilihat berdasarkan nilai, lini bisnis asuransi kendaraan mencakup sekitar 50% dari total nilai penjualan Futuready. Menurut Oki, lini asuransi kendaraan saat ini masih ditopang oleh penjulan online maupun offline.

Untuk menopang penjualan produk asuransi kendaraan, menurut Oki, tetap diperlukan penyesuaian produk untuk disuguhkan di kanal digital. Produk tersebut menurutnya dapat dibedakan dengan produk yang dijual secar offline.

"Untuk asuransi kendaraan, kami mendorong nasabah untuk roll over atau meneruskan polis asuransinya melalui produk di Futuready, baik pelanggan eksisting Futuready maupun pelanggan asuransi lain," ujar Oki.

Dia menjelaskan, disrupsi teknologi dapat menjadi peluang untuk dioptimalkan pelaku industri asuransi, baik perusahaan asuransi maupun broker. Kanal digital pun menurutnya merupakan lahan yang menjanjikan untuk mengembangkan industri broker yang terus berkembang.

Berdasarkan data statistik industri keuangan non bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2019, total aset pialang asuransi mencapai Rp6,76 triliun. Jumlah tersebut meningkat 11% (year on year/yoy) dibandingkan dengan aset Mei 2018 senilai Rp6,09 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Emanuel B. Caesario
Terkini