Manufaktur Topang Kinerja Ekspor Januari-Mei 2019

Bisnis.com,11 Jul 2019, 11:41 WIB
Penulis: Galih Kurniawan
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Industri pengolahan masih menjadi penopang ekspor nasional sepanjang Januari-Mei 2019 dengan capaian US$51,06 miliar, atau 74,59% dari total nilai ekspor.

“Secara volume, industri manufaktur kita mengalami peningkatan 9,8% dari Januari-Mei 2019 dibanding periode yang sama tahun lalu. Selama ini industri manufaktur masih konsisten menjadi kontributor terbesar pada nilai ekspor kita,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Kamis (11/7/2019).

Sejumlah sektor manufaktur yang berperan besar pada ekspor di antaranya industri makanan dan minuman yang menembus US$10,56 miliar, disusul industri logam dasar US$6,52 miliar, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$5,38 miliar.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan investasi dan ekspansi di sektor industri. Jadi, kapasitas produksi meningkat, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, juga bisa mengisi pasar ekspor,” kata Airlangga.

Beberapa negara tujuan ekspor produk manufaktur nasional, antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, dan India.

Menurutnya, pemerintah gencar menarik investasi sektor industri yang dapat menghasilkan produk substitusi impor demi menekan defisit neraca perdagangan.

Adapun untuk memacu investasi dan ekspor, pemerintah berupaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan usaha.

Langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain pemberian insentif fiskal, penerapan online single submission (OSS), serta pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Galih Kurniawan
Terkini