Dorong Pengembangan SDM, Pemerintah Gandeng Australia

Bisnis.com,22 Jul 2019, 09:33 WIB
Penulis: Gloria Fransisca Katharina Lawi
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memaparkan arah pembangunan ekonomi Indonesia 2020-2024 kepada investor terkemuka dari Inggris dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum yang diselenggarakan Indonesia Investment Promotion Center di London, Inggris, Selasa (2/7/2019)./ANTARA FOTO-HO

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional kembali menggelar Indonesia Development Forum 2019 bekerja sama dengan Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan bahwa forum ketiga kalinya ini fokus pada isu pembangunan sumber daya manusia.

Selain itu, juga antarpraktisi pembangunan di sektor publik, swasta, dan nirlaba mengupayakan pembukaan lapangan kerja yang berkualitas. Caranya melalui transformasi struktural dan perbaikan iklim investasi.

Tema ini dianggap krusial karena Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai hingga 68% atau setara dengan 200 juta orang.

"Human Index Development Indonesia saat ini meningkat 0,82% menjadi 71,39. Meski demikian jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kualitas sumber daya manusia Indonesia menurut HDI masih berada di peringkat menengah," ujar Bambang, Senin (22/7/2019).

Bambang juga mengklaim tahun lalu ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi 2,98 juta orang. Selain itu, juga menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 5,34%. Namun kualitas sumber daya manusia Indonesia, menurut data HDI, masih berada pada tingkat menengah.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan menyatakan bahwa melalui program IDF ini target kerja sama dua negara adalah menurunkan tingkat ketidaksetaraan melalui reformasi kebijakan sehingga pertumbuhan ekonomi yang stabil bisa tercapai.

"Australia terus berkomitmen dan sangat senang dapat mendukung upaya Indonesia dengan perubahan pola kerja yang cepat," tutur Gary.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Achmad Aris
Terkini