Masuki Usia Emas, Dapen BRI Baru Mengetahui Hari Lahirnya

Bisnis.com,28 Jul 2019, 21:05 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Pengunjung melintasi logo Bank BRI di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (13/4)./Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia atau Dapen BRI menentukan hari jadinya, 25 Juli, saat telah berusia 50 tahun.

Terdapat kisah unik di balik perayaan ulang tahun ke-50 atau ulang tahun emas Dapen BRI. Perusahaan tersebut selama ini merayakan ulang tahun tanpa memastikan hari berdirinya Dapen BRI.

Pada tahun ini, anak perusahaan bank dengan aset terbesar di Indonesia tersebut akhirnya menentukan hari jadi, yakni 25 Juli. Perayaan tahun ini pun digelar oleh Dapen BRI dengan tema Reborn for Better Future.

Direktur Utama Dapen BRI Mudjiharno M. Sudjono menyampaikan kepada Bisnis, perayaan tahun ini berisi rangkaian acara yang berlangsung selama 3 hari, yakni pada 25 Juli 2019–27 Juli 2019. Pada hari pertama, ulang tahun dirayakan dengan upacara di kantor Dapen BRI.

Pada hari kedua, Dapen BRI melakukan softlaunching sistem teknologi informasi yang dikembangkan perseroan. Lalu, pada hari ketiga, digelar BRIDapen 50th Anniversary Funwalk 2019 yang bertempat di Lapangan Parkir Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.

Mudjiharno menjelaskan, pihaknya mengundang para pelaku industri dapen dalam perayaan hari ketiga, termasuk Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI). Hal tersebut dilakukan agar industri Dapen dapat mengetahui perkembangan terkini dari Dapen BRI.

"Diputuskan ulang tahun tanggal 25 Juli itu baru tahun ini, sebelumnya tidak ada ulang tahun. Kami kumpulkan pihak-pihak dapen seluruh Indonesia, biar tahu lah BRI sekarang bagaimana, karena sekarang ini [Dapen BRI] menjadi dapen terbesar kedua di Indonesia," ujar Mudjiharno kepada Bisnis, Sabtu (27/7/2019).

Dia menjelaskan, saat ini Dapen BRI memiliki total peserta lebih dari 47.000 orang yang terdiri dari 18.000 orang peserta aktif, 25.000 orang pensiunan, dan sebanyak 2.000 orang peserta yang berada dalam masa tunggu.

Pihaknya pun pada tahun ini menargetkan laba senilai Rp2,3 triliun yang didorong oleh optimalisasi captive market dari anak-anak usaha grup BRI. Target tersebut dipatok seiring tumbuhnya aset yang dikelola oleh Dapen BRI.

Pada semester 1 tahun ini, aset Dapen BRI tercatat senilai Rp18,24 trilun atau tumbuh 3,07% dibandingkan posisi akhir tahun lalu senilai Rp17,69 triliun. Posisi 2018 tersebut sempat menurun 0,69% dibandingkan dengan 2017 senilai Rp17,81 triliun. Adapun, aset pada 2017 tersebut tercatat meningkat 9,22% dibandingkan dengan aset 2016 senilai Rp16,31 triliun.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Suprajarto yang turut hadir dalam perayaan tersebut menjelaskan, dia optimististis Dapen BRI akan terus tumbuh seiring dukungan dari seluruh bisnis grup BRI.

"Saya yakin suatu ketika nanti pasti [Dapen BRI menjadi yang] nomor satu, karena BRI ini luar biasa besar sekali. Saat ini Dapen BRI itu [perusaahan dapen] yang kedua terbesar [berdasarkan aset], saya yakin nanti bisa jadi yang pertama," ujar Suprajarto kepada Bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Emanuel B. Caesario
Terkini