Pertumbuhan Kredit Juni 2019 Melambat, Ini Rinciannya 

Bisnis.com,05 Agt 2019, 18:40 WIB
Penulis: Ropesta Sitorus
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (25/2/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Penyaluran kredit perbankan mengalami perlambatan pada Juni 2019. Menurut catatan Bank Indonesia dalam Analisis Uang Beredar, yang dikutip Bisnis, Senin (5/8/2019), kredit yang disalurkan perbankan tercatat sebesar Rp5.495,9 triliun atau naik 9,9 persen secara tahunan dibandingkan dengan Juni 2018.

Realisasi pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan kredit pada bulan Mei 2019 yang mencapai 11,1 persen (Year on Year/YoY). Perlambatan penyaluran kredit tersebut terjadi baik pada golongan debitur korporasi maupun perorangan.

Kredit kepada korporasi tumbuh sebesar 12,0 persen (YoY), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen. Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan naik 8,9 persen (YoY) pada Juni 2019, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 9,3 persen.

Dilihat dari penggunaannya, perlambatan pertumbuhan kredit terjadi pada semua jenis kredit, baik kredit modal kerja maupun kredit investasi dan kredit konsumsi.

Kredit modal kerja tumbuh melambat dari 10,9 persen pada Mei 2019 menjadi 9,5 persen. Hal ini terutama disebabkan oleh perlambatan pada sektor industri pengolahan yang melambat dari 13,6 persen menjadi 11,4 persen khususnya kredit yang disalurkan untuk subsector pengolahan makanan di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selain itu, pertumbuhan kredit modal kerja yang disalurkan ke sektor konstruksi juga melambat dari 20,6 persen menjadi 19,2 persen, khususnya pada subsektor jalan tol di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sementara itu, Kredit Investasi  tercatat tumbuh sebesar 13,3 persen (YoY) pada Juni 2019, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 14,6 persen terutama pada sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Pertumbuhan kredit investasi pada sektor PHR melambat dari 8,8 persen pada Mei 2019 menjadi 8,0 persen terutama karena perlambatan investasi pada subsektor perdagangan ekspor baru bara di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Perlambatan juga terjadi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dari 9,7 persen menjadi 8,8 persen, terutama disebabkan subsektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatera Utara dan Riau,” demikian dikutip dari keterangan BI, Minggu (4/8/2019).

Adapun, untuk kredit konsumsi pada Juni 2019 juga melambat dari 8,4 persen menjadi 7,7 persen terutama disebabkan oleh perlambatan kredit pemilikan rumah (KPR)< kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna.

KPR pada Juni 2019 meningkat sebesar 12,8 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 13,4 persen, khususnya karena perlambatan KPR tipe di atas 70 di wilayah Banten dan Jawa Barat. KKB tercatat tumbuh melambat dari 7,4 persen pada bulan Juni yang disebabkan oleh kendaraan roda empat di dua wilayah tersebut.

Kredit property pada Juni 2019 tercatat sebesar Rp994,8 triliun tumbuh 16,2 persen, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 17,3 persen disebabkan perlambatan kredit real estate, KPR dan KPA serta kredit konstruksi.

Rinciannya, kredit KPR dan KPA melambat dari 13,4 persen menjadi 12,8 persen. Adapun kredit real estate juga melambat dari 8,7 persen menjadi 7,5 persen  khususnya pada subsektor real estate gedung perbelanjaan mal dan plaza di wilayah DKI Jakarta dan Jambi. Perlambatan juga terjadi pada kredit konstruksi dari 28,3 persen menjadi 26,2 persen.

Terakhir, penyaluran kredit untuk segmen UMKM per Juni tercatat sebesar Rp1.019,8 triliun, naik 11,6 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen. Akselerasi terjadi pada seluruh skala usaha.

Adapun, peningkatan kredit UMKM skala mikro, krecil, dan menengah pada Juni 2019 masing-masing sebesar 16,6 persen, 12,3 persen, dan 8,4 persen dari bulan sebelumnya masing-masing sebesar 14,9 persen, 11,9 persen, dan 7,8 persen. Dilihat dari jenis penggunaannya, akselerasi kredit UMKM bersumber dari kredit modal kerja dan kredit investasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Akhirul Anwar
Terkini