Penyaluran Pinjaman Online Naik Pesat

Bisnis.com,22 Agt 2019, 21:35 WIB
Penulis: Ropesta Sitorus
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia./Bisnis-Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA – Penyaluran kredit pembiayaan oleh perusahaan rintisan bidang teknologi finansial (financial technology) mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2019, jumlah outstanding pinjaman yang disalurkan perusahaan rintisan fintech atau yang dikenal dengan istilah peer to peer lending (P2P) sebesar Rp8,5 triliun.

Realisasi itu tumbuh 68,53% secara year to date (YtD) dari posisi akhir tahun 2018 yang mencapai Rp5,04 triliun.

Adapun, jumlah akumulasi pinjaman online (pinjol) oleh startup fintech mencapai Rp44,8 triliun, tumbuh 97,68% secara year to date (YtD) dari posisi akhir tahun 2018 yang berjumlah Rp22,66 triliun.

Mayoritas atau sekitar 85,9% dari pinjaman tersebut atau sebesar Rp38,49 triliun (tumbuh 96,2% YtD) disalurkan kepada peminjam di Pulau Jawa dan sisanya di luar pulau Jawa yakni sebesar Rp6,32 triliun (tumbuh 107,19% YtD).

Sejalan dengan itu, jumlah rekening yang bergabung dengan pinjaman online juga mengalami kenaikan, baik rekening peminjam (borrower) maupun rekening pemberi pinjaman (lender).

Total akumulasi rekening lender tumbuh 140,39% (YtD) atau dari 207.507 menjadi 498.824 sedangkan jumlah rekening borrower naik 123,51% (YtD) dari 4.359.448 menjadi 9.743.679.

Dalam rentang waktu yang sama, akumulasi transaksi lender mengalami kenaikan 172,86% menjadi 23,99 juta sedangkan transaksi peminjam naik 131,09% menjadi 33,12 juta.

Rata-rata nilai pinjaman yang disalurkan naik tipis sebesar 9,11% dari Rp65,81 juta menjadi Rp71,81 juta dengan rata-rata nilai pinjaman terendah turun 8,77% menjadi Rp16,19 juta.

Sementara itu, jumlah fintech lending yang terdaftar di OJK juga terus bertambah menjadi 113 perusahaan per 24 Mei 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sutarno
Terkini