Nasdem Bakal Jadi Oposisi?

Bisnis.com,21 Okt 2019, 19:34 WIB
Penulis: JIBI
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan keterangan kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019)./Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate menjelaskan maksud ketua umumnya, Surya Paloh yang dianggap melempar sinyal bakal menjadi oposisi di pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

Johnny mengatakan yang dimaksud Surya adalah NasDem akan mengambil posisi kritis konstruktif, jika fungsi pengawasan dan penyeimbang di parlemen tak berjalan.

"NasDem akan memainkan posisi kritis konstruktif jika checks and balances di DPR RI tidak berjalan dengan baik," kata Johnny melalui pesan, Senin (21/10/2019).

Johnny menerangkan posisi itu akan diambil, jika tak ada yang menjalankan peran tersebut di parlemen. Namun, apabila sudah ada fraksi yang menjalankan fungsi kritik ke Jokowi, dia menyebut partainya akan bertindak sebaliknya.

"Jika peran itu dapat dilakukan oleh rekan fraksi lainnya maka kami akan menjadi garda kebijakan pemerintah di parlemen," ujarnya.

Johnny mengatakan NasDem adalah partai pengusung utama Jokowi di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Dia mengatakan Nasdem akan mengawal kebijakan Jokowi hingga 2020.

Sebelumnya beredar anggapan bahwa Surya Paloh melempar sinyal menjadi oposisi jika semua partai merapat ke kabinet. Pernyataan Surya itu ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.

Johnny menegaskan konteks ucapan bosnya itu adalah menjalankan fungsi pengawasan di Dewan Perwakilan Rakyat dengan kritis dan konstruktif.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Nancy Junita
Terkini