8 Bank Asing Kucurkan Kredit US$1 Miliar ke PLN

Bisnis.com,11 Nov 2019, 19:20 WIB
Penulis: M. Richard
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Delapan bank asing menyalurkan kredit sindikasi PT PLN (Persero) senilai US$1 miliar. Bank asing tersebut antara lain Bank of China, Cathay United Bank, DBS Group, Korea Development Bank, MUFG Financial Group, Oversea-Chinese banking Corp, Sumitomo Mitsui Financial, dan United Overseas Bank.

Berdasarkan laporan Bloomberg (7/11/2019), kedelapan bank asing tersebut menyalurkan kredit masing-masing US$125 juta. Fasilitas kredit tersebut efektif sejak 23 Oktober 2019 dengan jatuh tempo Oktober 2023.

Pancaran Affendi, Managing Director, Head of Global Corporate & Institutional Banking MUFG for Indonesia mengonfirmasi penyaluran fasilitas baru tersebut. "Iya benar. Sindikasi PLN baru close [efektif]," katanya, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, perusahaan pelat merah tersebut adalah salah satu debitur existing yang kinerja usahanya tergolong baik, dan mampu menjaga kualitas kreditnya.

Sebagai informasi, PLN cukup gencar menggalang dana guna meningkatkan kinerjanya. Terakhir, perseroan baru saja menerbitkan global bond dengan nilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp21,7 triliun.

Dana nonkonvensional tersebut diklaim memiliki tenor jangka panjang dan tingkat bunga (coupon) rendah, serta basis investor yang meluas ke pasar Eropa dengan mata uang dolar Amerika Serikat dan euro. 

Keberhasilan dalam menerbitkan global bond dengan bunga rendah akan memberikan kontribusi terhadap usaha PLN untuk mebekan harga pokok penyediaan (HPP) listrik, menekan risiko likuiditas, dan memaksimalkan financing portfolio profile (profil portofolio keuangan) PLN. 

Direktur Keuangan PLN Sarwono sebelumnya menyebutkan pemilihan tenor yang berjangka panjang dan berbeda dalam waktu jatuh tempo merupakan salah satu strategi PLN dalam menata likuiditas dan maturity profile, serta sesuai dengan karakteristik investasi sektor listrik yang umumnya jangka panjang.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, rasio solvabilitas perseroan masih tergolong aman. Rasio liabilitas terhadap ekuitas berada pada posisi 60,93%, naik dari posisi 2017 53,55%. Sementara itu, rasio liabilitas terhadap aset adalah 37,86%, naik dari tahun sebelumnya 34,87%.

PLN juga merupakan salah satu penggerak pertumbuhan kredit sektor listrik, gas dan air. Outstanding kredit sektor ini pada Agustus 2019 berada pada Rp196,47 triliun, naik 15,56% dari periode sama tahun lalu. Rasio non performing loan (NPL) gross juga relatif terjaga di bawah 1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini