Kuartal III/2019, Tugu Insurance Catatkan Laba Rp285,9 Miliar

Bisnis.com,15 Nov 2019, 12:22 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Indra Baruna (tengah) berbincang dengan Direktur Muhammad Syahid (kanan), dan Direktur Usmanshah di sela-sela halalbihalal dengan media, di Jakarta, Rabu (19/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. atau Tugu Insurance mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp285,9 miliar pada Q3/2019. Jumlah tersebut meningkat 174% (year on year/yoy) dibadingkan dengan Q3/2018 senilaiRp104,23 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna dalam gelaran Public Expose Tugu Insurance pada Kamis (13/11/2019) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh meningkatnya premi perseroan.
Premi perseroan pada Q3/2019 tercatat senilai Rp4,93 triliun atau tumbuh 44,8% (yoy) dari Q3/2018 senilai Rp3,41 triliun. Menurut Indra, pertumbuhan premi terjadi hampir di seluruh lini bisnis perseroan berkode emiten TUGU tersebut.
Lini-lini bisnis utama seperti asuransi kebakaran pada Q3/2019 mencatatkan premi Rp1,66 triliun atau tumbuh 43% (yoy) dari Q3/2018 senilai Rp1,16 triliun. Asuransi energi pun mencatatkan premi Rp618,5 miliar atau tumbuh 25% dari tahun sebelumnya senilai Rp494,8 miliar. 
"Walaupun ekonomi makro sedang tidak bagus, dalam setiapi situasi itu selalu ada opportunity. Pemerintah juga dalam beberapa tahun lalu sangat menggencarkan pembangunan infrastuktur, dari situ juga timbul peluang untuk cover asuransi," ujar Indra pada Kamis (14/11/2019).
Pada triwulan ketiga tahun ini TUGU membayarkan klaim senilai Rp1,57 triliun atau meningkat 33,6% (yoy) dibandingkan dengan Q3/2018 senilai Rp1,18 triliun. Total beban perseroan pada Q3/2019 pun tercatat senilai Rp1,62 triliun atau naik 7,03% (yoy) dari Q3/2019 senilai Rp1,52 triliun.
TUGU mencatatkan nilai investasi Rp8,33 triliun pada Q3/2019, tumbuh 10,5% dibandingkan dengan Q3/2018 senilai Rp7,53 triliun. Menurut Indra, peningkatan tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil investasi perseroan senilai Rp273,9 miliar, tumbuh 277% dari Q3/2018 senilai Rp72,6 miliar.
 
"Kan ada perubahan functional currency dari dollar ke rupiah, dengan perpindahan itu maka investasi dalam rupiahnya akan semakin besar. Return dalam rupiah kan lebih tinggi daripada dolar," ujar Indra.
 
Adapun, aset perseroan pada Q3/2019 tercatat senilai Rp21,4 triliun. Jumlah tersebut meningkat 21% dibandingkan dengan Q3/2018 senilai Rp17,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggi Oktarinda
Terkini