BI Berpeluang Tahan Suku Bunga

Bisnis.com,18 Nov 2019, 18:26 WIB
Penulis: Gloria Fransisca Katharina Lawi
suku bunga

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diperkirakan menahan suku bunga pada November 2019.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro menyatakan dengan empat kali pemangkasan suku bunga, serta terjaganya nilai tukar rupiah Bank Indonesia diprediksi mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo-Rate 5,00%.

Dia beralasan, untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi saat ini dibutuhkan geliat ekstra dari sisi fiskal ketimbang sisi moneter.

“Caranya dengan mendorong pengeluaran dari pemerintahan pada kuartal IV/2019 ini,” kata Satria, Senin (18/11/2019).

Dia menjelaskan, dengan kondisi kepemilikan asing yang tinggi pada Surat Berharga Negara (SBN), yakni US$76 miliar atau 39,10% dari total SBN yang tersedia, menandakan aliran modal yang masuk masih rentan dengan aliran modal yang keluar atau capital outflow. Dia menilai, ada beberapa penyebab capital outflow masih akan membayangi.

Pertama, kondisi eksternal terkait perkembangan negatif volume perdagangan akibat perang dagang Amerika Serikat dan China. Hal ini terutama terkait negosiasi dagang yang disetujui kedua pihak.

Kedua, risiko adanya defisit penerimaan akibat lambatnya penerimaan pajak. Meski demikian, surplus neraca perdagangan Oktober 2019 sebesar US$161,3 juta itu memperkecil defisit kumulatif Januari-Oktober 2019 menjadi US$1,77 miliar.

“Inilah yang menandakan adanya pertumbuhan lebih baik pada kuartal IV,” ungkap Satria.

Dia menilai dengan kondisi saat ini, nilai tukar rupiah akan cenderung berada pada kisaran Rp13.770 per dolar jika AS dan China melalui fase pertama dari kesepakatan dagang dalam beberapa pekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Achmad Aris
Terkini