BRI Buka Peluang Bagi Investor BRI Syariah

Bisnis.com,25 Nov 2019, 20:22 WIB
Penulis: Ipak Ayu H Nurcaya
Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo tengah memberikan pemaparan pada Public Expose BRI Syariah 2019/Ipak Ayu H.N.

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagai induk usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memiliki sejumlah harapan pada anak usahanya yang kini didorong untuk terus bertumbuh, salah satunya PT Bank BRI Syariah Tbk. Pintu pun dibuka bagi investor baru.

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo mengatakan sebagai perusahaan yang baru saja melantai di bursa pada tahun lalu, perseroan melihat potensi besar yang ada di BRI Syariah.

Keyakinan Haru tersebut, diakui meski di tengah isu kecilnya porsi pasar yang dimiliki bank syariah secara industri.

"Secara Nasional memang terlihat masih kecil tetapi sebenarnya jika kita runut ke belakang bank syariah terus bertumbuh," katanya dalam Public Expose BRI Syariah, Senin (25/11/2019).

Haru mengemukakan kendati tidak semua bank syariah maksimal menunjukkan pertumbuhan. Untuk itu pihaknya membuka kesempatan yang luas bagi investor yang ingin masuk ke BRI Syariah.

Secara spesifik, menurut Haru, BRI memiliki target pada 2022 ingin memberikan layanan keuangan end to end baik perbankan dan non perbankan akan disediakan oleh anak usaha termasuk BRI Syariah.

Menurutnya, sejuah ini BRI Syariah telah menunjukkan dukungan yang baik. Meski dalam beberapa bulan terakhir harga saham belum memenuhi harapan, tetapi BRI tak putus menargetkan BRI Syariah menjadi bank terkemuka dengan outlet dan customer yang besar sehingga dapat menangkap berbagai peluang yang ada termasuk tren hijrah saat ini.

"Dengan penerapan Qanun Aceh kami juga akan mengkonversi aset sebesar Rp11 triliun dengan 167 kantor cabang dan 3.000 pegawai," ujarnya.  

Peluang lain, kata Haru, dari sejumlah daerah juga berencana Qanun yakni Sumbar dan NTB. Meski demikian, terlepas dari hal di atas, pemerintah telah menyatakan dukungan yang kuat dalam pengembangan industri syariah.

Haru menambahkan prinsipnya tantangan BRI Syariah ke depan yakni terus berbenah untuk meningkatkan efisiensi. Dia memastikan BRI Syariah tidak perlu membuka kantor cabang baru lagi atau cukup dengan yang ada saat ini sebanyak 55 kantor.

"Kalau tidak cukup nanti pakai kantor BRI saja, secara teknologi sudah dimungkinkan, secara regulasi juga dengan KLS (Kantor Layanan Syariah) di dalam kantor konvensional," katanya.

Bagi Haru, BRI Syariah akan mendapat ekonomi softskill dari BRI dan dapat fokus pada perkembangan bisnisnya ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini