Bank BNI Salurkan Kredit Sindikasi Rp2,3 Triliun ke PLN

Bisnis.com,18 Des 2019, 19:57 WIB
Penulis: Muhammad Khadafi
Warga melintas menggunakan kendaraan roda dua di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto dengan latar suasana matahari tenggelam (sunset) di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (23/10/2019)./ANTARA FOTO-Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia ikut menyalurkan kredit sindikasi senilai Rp5,07 triliun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Bank milik negara ini dalam hal tersebut memiliki porsi terbesar atau Rp2,3 triliun.

Pemimpin Divisi BUMN dan Institusi Pemerintah (BIN) BNI Babas Bastaman mengatakan bahwa pembiayaan tersebut dilakukan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Tenaga Listrik Mesin Gas (PLTMG) di pulau Sulawesi. Total nilai proyek tersebut sebesar Rp6 triliun.

“Faktor geografis pulau Sulawesi yang dikelilingi banyak pulau menjadikan PLTMG sebagai sumber tenaga yang sesuai. Melalui penyaluran kredit sindikasi ini, BNI berharap dapat membantu PLN menyediakan listrik bagi masyarakat Sulawesi untuk keperluan penerangan, pendidikan, hingga hiburan,” kata Babas dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (18/12/2019).

Sampai saat ini, proyek tersebut telah mencapai rata-rata 38,52 persen dari nilai proyek. Segala fasilitas yang telah diberikan oleh BNI pada PLN digunakan untuk proyek yang mendapatkan Penjaminan Pemerintah dan juga pinjaman yang bersifat kredit korporasi.

Pada awal paruh kedua tahun ini, BNI juga ikut menyalurkan kredit secara sindikasi untuk pemgangunan infrastruktur kelistrikan. Bank menyalurkan US$350 juta dari total pembiayaan US$698,75 juta kepada PT Kerinci Merangin Hidro.

Pembiayaan tersebut bertujuan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW (megawatt) yang berlokasi di kerinci, Jambi. Kredit investasi tersebut memiliki tenor lebih dari 16 tahun atau 198 bulan.

Berdasarkan laporan interim BNI September 2019, outstanding kredit sindikasi pada triwulan ketiga tahun ini Rp54,7 triliun. Bank memproyeksikan dapat mencapai pertumbuhan hingga maksimal 15 persen secara tahunan pada tutup buku 2019.

Sementara itu kredit sindikasi juga menyumbang pendapatan berbasis komisi cukup tinggi tahun ini. Per September 2019 pendapatan berbasis komisi tumbuh 81,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp325 miliar.

Sepanjang tahun ini, hingga September 2019, kredit sindikasi memegang peran penting dalam penyaluran kredit infrastruktur BNI. Pada periode tersebut seluruh pembiayaan tol disalurkan melalui skema sindikasi.

Per kuartal III/2019, kredit untuk proyek jalan tol yang telah disalurkan BNI sebesar Rp39,9 triliun atau 37 persen dari total kredit infrastruktur.

Adapun hingga pertengahan November, BNI masih tercatat sebagai jawara dalam penyaluran kredit sindikasi. Berdasarkan Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, bank milik negara ini tercatat menjadi mandated lead arranger di 23 proyek kredit sindikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Akhirul Anwar
Terkini