Bank Tahan Ekspansi Kantor Cabang

Bisnis.com,19 Des 2019, 21:02 WIB
Penulis: Maria Elena
Karyawan melayani nasabah pada operasional terbatas di BNI Cabang Jakarta Kota, Senin (3/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pelaku industri perbankan mulai menahan ekspansi kantor cabang dan memperbesar layanan melalui platform digital di 2020.

Deputy General Manager Divisi Pengelolaan Jaringan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Giri Dwi Susanto mengatakan mulai tahun depan, perseroan tidak akan melakukan penambahan kantor cabang.

Perseroan memiliki untuk mengoptimalisasi pelayanan di kantor cabang eksisting dan mendorong porsi transaksi nasabah melalui electronic channel (e-channel). Perseroan mencatat saat ini memiliki sekitar 1.900 kantor cabang.

“Jujur kita sekarang kantor cabang kita batasi, kita optimalkan yg ada, kita cenderung memaksimalkan sarana digital yang ada, tidak ditambah dan tidak dikurangi,” katanya, Kamis (19/12/2019).

Di samping itu, perseroan juga akan membatasi penambahan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), yang per 30 November 2019 tercatat telah mencapai 18.624 unit. ATM BNI tersebut terdiri dari 15.849 ATM tarik tunai, 1.774 Cash Recycling Machine (CRM), dan 1.001 ATM Non Tunai.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena melihat kondisi transaksi di kantor cabang dan ATM yang menurun drastis hingga saat ini. Per November 2019, transaksi di kantor cabang BNI saja menurun 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Seiring dengan nasabah yang lebih suka bertransaksi lewat e-banking, di 2020 kami akan lebih mendorong nasabah bertransaksi di m-banking sehingga tidak menambah banyak, yang akan ditambah CRM,” jelasnya.

Apalagi, Bank BNI ke depan akan mulai masif memanfaatkan layanan digital yang diluncurkan belum lama ini, yaitu smart kios atau BNI Self Service Opening Account (BNI Sonic). Melalui BNI Sonic, nasabah dapat dengan mudah membuka rekening dengan hanya bermodalkan e-KTP.

Adapun, hingga saat ini, BNI Sonic sudah tersebar sebanyak 125 unit, dengan total 12.900 rekening baru dan total saldo melalui pembukaan rekening tersebut tercatat sebesar Rp 32 miliar.

“BNI Sonic sementara ada 125 unit, jika dilihat berfungsi maksimal maka akan kami tambah lagi. Kami akan banyak mendorong nasabah bertransaksi lewat e-channel, di kantor cabang saja kita sudah sediakan CRM, mesin BNI Sonic, BNI print, jadi tidak usah ke teller, datang saja ke digital corner di kantor cabang,” tuturnya.

Bank Maybank

Senada, Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Thilagavathy Nadason mengatakan belum memiliki rencana menambah kantor cabang pada 2020. Jika ada pun, kantor cabang hanya ditempatkan di daerah yang sama sekali belum dimasuki perseroan.

Di samping itu, Thila memperkirakan hanya ada sekitar dua kantor cabang yang akan dikonversikan ke syariah tahun depan sejalan dengan qanun yang akan mulai berlaku di Aceh.

“Kantor cabang mulai kita batasi, jika ada hanya di daerah yang belum kita masuk, tapi tidak banyak,” katanya.

Pada kesempatan yang sama,  Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Taswin Zakaria mengatakan saat ini kebutuhan nasabah bertransaksi di kantor cabnag sudah sangat sedikit.

“Jumlah cabang belum kami proyeksikan menurun secara drastis, sampai saat ini keberadaan cabang masih relevan, tapi layanan lewat kantor cabang akan berubah bentuk. Akan kami pilot-kan awal 2020, di mana nanti nasabah akan mulai merasakan platform digital di cabang,” jelasnya.

Perseroan menganggarkan belanja modal IT tahun depan sebesar US$15-20 juta. Terkhusus aplikasi m-banking perseroan, M2U, masih akan dikembangkan dari sisi fitur dan konten.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: M. Taufikul Basari
Terkini