Bank Yudha Bhakti Pastikan Jadwalkan Right Issue Semester I/2020

Bisnis.com,02 Jan 2020, 05:00 WIB
Penulis: Lalu Rahadian
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019)./ANTARA -Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Yudha Bhakti Tbk.(BYB) telah memastikan jadwal realisasi rencana penerbitan saham baru (right issue) guna naik kelas ke Bank Umum Kelompok Usaha II (BUKU II).

Rencananya, penawaran saham dengan HMETD akan dilakukan perseroan paling lambat Juni 2020. Jadwal ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang sudah digelar perseroan pada 28 Juni 2019.

“HMETD/Right Issue PUT III Tahun 2020 diharap dapat direalisasikan selambat-lambatnya bulan Juni 2020 dengan menggunakan laporan keuangan periode Desember 2019,” ujar Direktur Utama BYB Denny N. Mahmuradi dalam paparan public expose seperti dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Rabu (1/1/2020).

Saat ini salah satu kandidat pemegang saham pengendali baru BYB adalah PT Akulaku Silvrr Indonesia. Per September 2019, perusahaan finansial berbasis teknologi (tekfin) ini telah mengantongi 24,08% saham. Sebelumnya, per Juni 2019, Akulaku tercatat menggenggam 18,95% saham BYB.

Meningkatnya kepemilikan Akulaku di BYB seiring tergerusnya porsi PSP. PT Gozco Capital sebagai pemegang saham pengendali. Pada Desember 2018, Gozco Capital masih memiliki 42,16% saham bank. Akan tetapi pada September 2019 sahamnya telah terdilusi menjadi 25,37%.

Begitu pula dengan PT Asabri (Persero) yang per Desember 2018 memiliki 23,89% saham. Pada September 2019, saham perusahaan milik negara berkurang menjadi 20,13%.

Denny menyebut, pada 2020 perseroan akan tetap fokus mengembangkan bisnis di sektor bisnis pensiunan. Akan tetapi, mulai 2020 BBYB juga akan memarangkan sinergi dengan Akulaku untuk bermain di sektor digital banking.

“Bukan hanya pembayaran melalui QR Code yang akan dikembangkan karena Bank Yudha Bhakti nantinya akan menjadi open banking yang akan mengembangkan sistem pembayaran terintegrasi/Unified Payment System (UPS) seperti aplikasi dompet digital lainnya yang kini sudah ada,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Sutarno
Terkini