Bakal Ada Investor Baru Muamalat, Ini Komentar Pemegang Saham Minoritas

Bisnis.com,17 Jan 2020, 10:34 WIB
Penulis: Muhammad Khadafi
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019)./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menyambut baik lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan penyehatan perbankan. Sebelumnya, Ketua OJK Wimboh Santoso menyatakan drama panjang pencarian investor bank syariah tersebut telah rampung.

"Mudah-mudahan benar ada yang mau masuk, tapi tentunya perlu disampaikan ke RUPSLB [rapat umum pemegang saham luar biasa] untuk rencana ini," kata pemegang saham minoritas (1,66%) Bank Muamalat Andre Mirza Hartawan kepada Bisnis, Kamis (16/1/2020).

Pada akhir tahun lalu Bank Muamalat telah menggelar RUPSLB. Dalam rapat tersebut telah diputuskan rencana bank untuk kembali menerbitkan saham baru dan juga sukuk subordinasi guna memperkuat permodalan.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana kala itu menyatakan bahwa satu calon investor paling siap adalah Al-Falah Investment Pte. Limited.

Konsorsium bentukan Ilham Habibie ini juga sebelumnya telah menyatakan komitmen dengan menyetorkan Rp2 triliun ke rekening penampung sebagai penyerap 77,1% saham baru dalam Penawaran Umum Terbatas yang saat ini telah kedaluwarsa.

Andre, saat dihubungi Bisnis menyatakan belum mendengar adanya investor baru yang akan membantu Muamalat keluar dari persoalan permodalan. Sejatinya bila ada investor baru, bank wajib menyelenggarakan RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham.

Adapun seperti diberitakan sebelumnya, OJK menyatakan penyehatan Bank Muamalat Indonesia sudah hampir rampung. Restu dari otoritas terhadap calon investor bank syariah pertama tersebut sudah di depan mata.

“Sudah selesai. Tinggal eksekusi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjawab singkat soal penyehatan Muamalat usai konferensi pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan banyak pihak tertarik masuk sebagai investor Muamalat. Otoritas memilah dengan seksama investor yang dapat menjamin pertumbuhan bank secara berkelanjutan.

“Jangan baik sekarang nanti dua tiga tahun begitu lagi, cari modal. Sekarang masih kami bandingkan,” katanya.

Heru enggan menyebutkan pihak-pihak yang terlibat atau menjadi calon kuat investor Muamalat. Menurutnya hal itu berpotensi menghambat proses.

“Ada yang mau masuk tapi tidak mau dibeberkan dulu sampai OJK sudah oke,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini