Bank Optimistis Kredit Perumahan Membaik di Tahun Tikus Logam

Bisnis.com,04 Feb 2020, 19:57 WIB
Penulis: Maria Elena, M. Richard & Ipak Ayu
Ilustrasi/uangteman.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri perbankan meyakini kredit pemilikan rumah (KPR) bakal membaik pada 2020 setelah sempat mencatat perlambatan tahun lalu.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala N. Mansury mengatakan dalam mendorong laju KPR tahun ini, perseroan masih akan tetap fokus pada penyaluran kredit rumah bersubsidi.

Di samping kredit dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), bank akan mulai gencar menyalurkan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT pada kuartal II/2020.

BP2BT merupakan skema kredit yang meringankan subsidi uang muka hingga 40 persen atau dengan jumlah maksimal Rp40 juta untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya. Tingkat bunga skema ini disesuaikan dengan suku bunga kredit di tingkat pasar.

Selain itu juga, Pahala menyebutkan akan menyasar segmen masyarakat yang tergolong berpendapatan rendah, tetapi selama ini tidak mendapat akses KPR bersubsidi. Menurutnya, segmen pasar tersebut masih sangat besar dan berpotensi untuk digarap.

"Kami akan sasar masyarakat non subsidi dengan menjual rumah subsidi ataupun yang mendekati nilai rumah bersubsidi. Jadi, bisa tetap terjangkau dan bisa terjual ke masyarakat yang tidak mendapat akses subsidi," katanya, Senin (3/2/2020).

Kemudian, perseroan juga akan memperbesar porsi kredit ke segmen milenial sejalan dengan pengembangan program perumahan milenial di pusat kota melalui konsep transit on development (TOD), baik perumahan maupun high rise.

Adapun, pada tahun ini perseroan memproyeksikan penyaluran kredit dapat tumbuh di kisaran 10 persen dengan tetap fokus di sektor perumahan yang memiliki dampak positif lanjutan ke perekonomian Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga mengharapkan KPR dapat tumbuh di kisaran dua digit pada tahun ini. Pada 2019 lalu, perseroan membukukan pertumbuhan KPT sebesar 19,18 persen secara tahunan.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan potensi untuk menggarap pasar perumahan masih didorong oleh segmen bersubsidi. Apalagi, tahun ini BRI mendapatkan kuota FLPP yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

"Pertumbuhan targetnya 10 persen untuk semuanya [kredit konsumer]. KPR juga, tahun ini BRI dapat alokasi FLPP sebanyak 3.000 unit, lebih besar dari tahun lalu," katanya.

Handayani juga berharap dengan pengembangan infrastruktur yang semakin baik di beberapa daerah dapat meningkatkan animo masyarakat sehingga KPR pun dapat lebih terdorong tahun ini.

Menurut Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Anggoro Eko Cahyo tahun ini akan ada peluang KPR untuk rebound meski tidak akan langsung meningkat signifikan.

Pada 2019, BNI mencatat penyaluran KPR tumbuh 8,3 persen secara tahunan, dari Rp40,75 triliun per Desember 2018 menjadi senilai Rp44,12 triliun pada Desember 2019.

Untuk tahun ini perseroan akan mendorong KPR dengan tetap menyasar segmen nasabah fixed income dari institusi terpilih, juga dengan pengembang yang terpilih. Kredit juga akan diberikan secara selektif dengan menyasar nasabah eksisting yang belum memiliki portofolio KPR di BNI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini