Virus Corona, Generali Jamin 35.000 Nasabah

Bisnis.com,06 Feb 2020, 16:33 WIB
Penulis: Arif Gunawan
Pedagang melayani calon pembeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara./ ANTARA - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatat 35.000 nasabah perusahaan terlindung dari risiko penyakit kritis, termasuk akibat virus Corona.

Chief Agency Officer Generali Indonesia Wianto Chen menjelaskan 35.000 pemegang polis ini adalah nasabah yang membeli perlindungan untuk risiko penyakit kritis.

"Terkait virus Corona, Generali memiliki asuransi kesehatan lengkap, termasuk perawatan akibat virus ini yang mengharuskan pasien di isolasi dan rawat inap berhari-hari karena masa inkubasi yang lama, tentu biayanya tidak sedikit," kata Wianto kepada Bisnis, Kamis (6/2/2020).

Dia menjelaskan produk asuransi kritis milik perusahaan dapat mengcover biaya rawat inap di RS terbaik tanpa batasan hari. Nasabah dapat berada di pusat kesehatan  hingga 365 hari atau sepanjang tahun. Pengobatan juga mencakup rumah sakit di dalam maupun luar negeri. Total biaya perlindungan mencapai Rp35 miliar.

"Sampai saat ini memang belum ada klaim yang terkait dengan wabah virus Corona," ujarnya.

Meski begitu, Wianto menyebutkan bagi pemegang polis penyakit kritis perusahaan memberi jaminan penangan akan dilakukan dengan cepat dan transparan. Penanganan yang tepat akan memastikan nasabah akan memperoleh pelayanan kesehatan yang tepat.

 Adapun sepanjang tahun lalu, Generali telah membayarkan total klaim senilai Rp407,4 miliar. Rinciannya Rp201,5 miliar untuk klaim kesehatan. Sebesar Rp178,7 miliar untuk klaim meninggal dunia, serta Rp27,1 miliar untuk klaim penyakit kritis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini