Saran AKKI Hindari Penipuan Kartu Kredit

Bisnis.com,13 Feb 2020, 14:33 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Ilustrasi - Model memperlihatkan Kartu Kredit BCA Singapore Airlines KrisFlyer Visa Infinite saat peluncurannya, di Jakarta, Senin (3/12/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Tantangan penggunaan kartu kredit di Indonesia saat ini adalah pembobolan data hingga penyalahgunaan kartu.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha mengatakan kartu kredit telah berkembang dari alat bayar kartu menjadi serupa dengan kredit tanpa agunan. Meski begitu, layanan keuangan ini justru menunjukan tingkat kesehatan yang relatif baik.

Dari batas maksimal kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang diizinkan sebesar 5 persen, jenis pinjaman ini menunjukan NPL di sekitar angka 2 persen hingga 2,5 persen.

"Yang diserang bukan sistem yang tidak aman, tetapi justru mekanisme mendapatkan kode yang diambil alih," katanya kepada Bisnis, Kamis (13/2/2020). Untuk itu dia mengingatkan nasabah pemilik kartu kredit melakukan komunikasi dengan perbankan maupun penyedia layanan telekomunikasi terkait nomor seluler yang aktif digunakan. Sangat penting dilakukan pembaharuan secara berkala setiap melakukan pembaharuan nomor pribadi sehingga mencegah penyalahgunaan.

"Soal update data, sudah ganti nomor telepon tetapi tidak update data di bank, akibatnya kode transaski dikirim ke nomor lama yang dikuasai orang lain," katanya. 

Meski begitu, Steve tidak merinci jumlah kasus penyalahgunaan model ini. Menurutnya, mudahnya mendapatkan nomor ponsel baru membuat nasabah seringkali juga lupa  bahwa nomor yang didaftarkan ketika membuka rekening .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini