Artajasa Optimistis Transaksi Bisa Tumbuh 30 Persen Tahun Ini

Bisnis.com,21 Feb 2020, 18:04 WIB
Penulis: M. Richard

Bisnis.com, JAKARTA - PT Artajasa Pembayaran Elektronik (Artajasa) optimistis dapat kembali meningkatkan jumlah transaksi sebesar 30 persen pada tahun ini.

Digitalisasi transaksi yang tumbuh serta terus peningkatan inklusi keuangan masyarakat Indonesia menjadi faktor pendorong perusahaan switching ini tumbuh signifikan.

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena menyampaikan pertumbuhan bisnis transkasi perusahaan tergolong signifikan beberapa tahun terakhir.

"Pada tahun lalu kami berhasil mencatatkan pertumbuhan transaksi 30 persen pada tahun lalu. Tahun ini kami perkirakan masih akan tumbuh sama," katanya dalam Artajasa Award 2020, Kamis (20/2/2020).

Dia menjelaskan masyarakat saat ini sudah mulai sadar terhadap risiko penyimpanan uang tunai yang banyak.

Di samping itu, banyak perusahaan seperti bank dan finansial teknologi yang mulai memberi kemudahan digital dalam transaksi sehari-hari.

"Nah, digitalisasi ini yang membantu menjawab kebutuhan tersebut. Transaksi pembayaran mudah, dan risiko menyimpan uang tunai masyarakat pun berkurang. Masyarakat mulai mengikuti tren cashless," katanya.

Selanjutnya, Bayu menyebutkan pemerintah bersama otoritas jasa keuangan dan lembaga jasa keuangan juga terus aktif mendorong inklusi keuangan, yang pada akhirnya terus memperbesar pasar bisnis transaksi ini.

Meski demikian, Bayu tak menampik perusahaan switching masih mengalami kendala yang cukup berat dalam hal perizinan. Dia memandang proses perizinan yang masih tergolong lama, khususnya dalam pengembangan produk bagi perbankan.

"Kalau untuk teknologi ini tergolong cepat, tetapi untuk perbankan itu [izin] masih tergolong lama. Namun, sekarang sudah mulai ada sedikit perbaikan. Kami berharap ruang untuk inovasi dapat terbuka lebar," katanya.

Berdasarkan data Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) Bank Indonesia, volume transaksi pada akhir 2019 tercatat 7,37 miliar transaksi, naik 9,33 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi per akhir 2019 tercatat Rp7.817,51 triliun, naik 8,01 persen secara tahunan.

Bayu menjelaskan perusahaan juga terus memperluas jaringannya, baik dalam negeri dan luar negeri. Untuk pasar domestik, perusahaan terus meningkatkan jaringan ATM bersama bank-bank anggota. Untuk pasar luar negeri, perusahaan bekerja sama dengan bank-bank asing baik asia, dan luar asia.

"Intinya, kami ingin mempermudah setiap transaksi masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini