5 Berita Terpopuler, Rumor Gojek Merger dengan Grab dan Temasek Pangkas Gaji Demi Virus Corona

Bisnis.com,25 Feb 2020, 19:14 WIB
Penulis: Ahmad Rifai
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

1. Grab dan Gojek Merger, Benarkah?

Dua aplikasi transportasi online, Grab dan Gojek dikabarkan tengah melakukan pembicaraan terkait dengan rencana merger perusahaan.

Menurut sumber yang dikutip Bloomberg, pembicaraan kedua perusahaan Grab Holdings Inc. dan Gojek masih dalam tahap awal. Bahkan, keduanya masih jauh dari penilaian bisnis.

Baca berita lengkapnya di sini.

2. Penampakan Istana Kepresidenan Kebanjiran

Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Selasa (24/2/2020) hingga Rabu (25/2/2020) menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta kebanjiran, termasuk di kawasan istana kepresidenan Jakarta.

Tampak halaman depan Masjid Baiturrahim yang berada di sisi sebelah kanan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara ikut terendam air

Baca berita lengkapnya di sini.

3. Bekukan Gaji hingga Tidak Bagi Bonus, Ada Apa dengan Temasek?

Temasek Holdings Pte, BUMN Singapura, memutuskan untuk menerapkan kebijakan pembekuan gaji akibat merebaknya virus corona.

Tidak hanya itu, perusahaan meminta karyawan senior untuk secara sukarela menurunkan gajinya hingga 5 persen, serta memangkas bonus tahunannya dan menunda semua kenaikan jabatan atau promosi. Dengan efisiensi ini, Temasek akan mendonasikan dana tersebut kepada sejumlah program inisiatif dan komunitas yang membutuhkan bantuan.

Baca berita lengkapnya di sini.

4. Bagaimana Berkshire ‘Buffett’ Hathaway Hasilkan US$81 Miliar?

Investasi Warren Buffett, CEO dan Chairman Berkshire Hathaway, di Kraft Heinz Co mungkin saja tidak seperti yang diharapkan, seiring dengan penurunan penjualan hingga 5 persen dan laba bersih per saham yang terjerembab 14 persen pada kuartal IV/2019.

Sejak Kraft Foods dan H.J. Heinz Company merger pada 2015 menjadi Kraft Heinz Co, harga sahamnya pernah mencapai level tertinggi US$96,65 per lembar pada 17 Februari 2017 dan setelah itu terus longsor hingga 71,80 persen menjadi US$27,26 pada Jumat (21/2/2020).

Baca berita lengkapnya di sini.

5. Raja Tunjuk Mahathir Jadi Perdana Menteri Sementara, Semua Jabatan Menteri Dicabut

Meski pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri Malaysia telah disetujui oleh Raja Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Senin (24/2/2020) malam, namun sang raja justru menunjuknya sebagai pejabat sementara perdana menteri.

Kepala Sekretaris Pemerintah Mohd Zuki Ali mengatakan penunjukan itu berlaku sampai sampai perdana menteri baru dipilih sesuai dengan Pasal 43 (2) (a) Konstitusi Federal seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (25/2/2020).

Baca berita lengkapnya di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Surya Rianto
Terkini
'