Black Swan Virus Corona, Pilih-Pilih Asuransi Berbalut Investasi Paling Tepat

Bisnis.com,04 Mar 2020, 18:19 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Unit Linked/

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Asuransi Allianz Life Indonesia memperkirakan asuransi berbalut investasi (unit-linked) berbasis pendapatan tetap masih menjadi pilihan utama bagi nasabah di tengah perlambatan ekonomi atau gejala black swan akibat virus corona atau Covid-19.

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti menyampaikan produk unit-linked pendapatan tetap (fix income) tetap mencatatkan imbal hasil positif pada tahun ini. Meski begitu imbal hasil yang diperoleh nasabah berpotensi melambat dibandingkan pada 2019.

Menurutnya, potensi perlambatan tersebut muncul karena adanya gejala black swan pada awal tahun, yakni penyebaran virus corona yang memengaruhi perekonomian, baik global maupun domestik. Meskipun begitu, Allianz optimistis bahwa capaian imbal hasil akan tetap positif pada 2020.

Black swan merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Nassim Nicholas Taleb, broker pasar derivatif. Istilah ini merujuk peristiwa yang tidak dapat diprediksi yang berpotensi sangat mempengaruhi dunia keuangan dan sistem perekonomian global.

"Prediksi tahun ini sepertinya [unit-linked] equity (berbasis saham) lebih bergejolak, mudah-mudahan masih positif. Untuk fixed income (pendapatan tetap) kami perkirakan [meski tumbuh positif namun imbal hasinya] lebih rendah dibandingkan dengan 2019," ujar Made pada Rabu (4/3/2020).

Meskipun begitu, dia menilai unit-linked akan tetap menarik bagi masyarakat karena selain bermuatan investasi. Saat yang sama produk itu pun memiliki proteksi.

Made menjelaskan pada 2019, sekitar 89 persen dari total premi Allianz Life merupakan polis unit-linked. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, premi bruto Allianz pada 2019 senilai Rp12,4 triliun. Dari jumlah ini unit linked menyumbang Rp11,08 triliun.

Produk asuransi yang berkaitan dengan investasi itu juga mendominasi portofolio Allianz. Tercatat 53 persen dari total dana kelolaan senilai Rp40,18 triliun pada 2019. Produk portofolio asuransi jiwa dan kesehatan menyumbang 25 persen bisnis perusahaan, dan portofolio dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) mencapai 22 persen dana kelolaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini