Hadapi Illegal Fishing, KKP Pasang Water Canon Hingga Tambah 100 Senjata

Bisnis.com,13 Mar 2020, 12:54 WIB
Penulis: Desyinta Nuraini
Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatra Utara, Sabtu (1/4)./Antara-Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kapal pengawas perikanan dan para awaknya dalam menghadapi kapal asing pencuri ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, usai mengunjungi PT. Pindad mengatakan pihaknya akan memasang water canon di kapal milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

"Kita akan lengkapi dengan water cannon. Saya pikir ini efektif dan tidak melanggar ketentuan," ujar Edhy dalam siaran pers, Jumat (13/3/2020).

Selain water cannon untuk kapal pengawas, PT Pindad juga menawarkan alutsista lain untuk menjaga laut dari illegal fishing, yaitu tank boat.

Menurut perwakilan PT Pindad, tank tersebut berukuran 18 x 6 meter dengan kapasitas kru sebanyak 60 orang. Tank boat tersebut bisa melaju dengan kecepatan 40 knot. Meski demikian, kendaraan tempur itu masih dalam tahap pengembangan.

Kerja sama antara KKP dan PT Pindad diketahui telah terjalin cukup baik, khususnya dalam pemenuhan sanjata bagi awak kapal pengawas perikanan. Pada 2006, Ditjen PSDKP melakukan pengadaan senjata laras panjang PM1 A-2 sebanyak 175 pucuk dan pistol P-3A sebanyak 75 pucuk.

Kemudian pada 2016, Ditjen PSDKP juga melakukan pengadaan 75 pucuk senjata SS-1.222 dan 10.000 butir amunisinya diadakan pada tahun 2017.

Dalam kunjungannya, Edhy sempat mencoba senjata laras panjang SS2-V4HB dan SS2-V2. Menurut Edhy, PSDKP akan menambah senjata laras panjang untuk petugas di lapangan. "Kita akan menambah sekitar 100 senjata agar secara psikologis menjaga kepercayaan [petugas di lapangan]," tukas Edhy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Andya Dhyaksa
Terkini