BP Jamsostek Borong Saham, Bagaimana dengan Asabri?

Bisnis.com,16 Mar 2020, 21:29 WIB
Penulis: Arif Gunawan
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), di Jakarta./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pengelola dana pensiun menyebutkan akan melakukan aksi borong saham di tengah turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG).

Aksi meningkatkan belanja saham itu diumumkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), serta Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Namun aksi ini tampaknya tidak akan diikuti oleh semua anggota asosiasi. Corporate Communications Officer PT Asabri (Persero) Desy Ananta Sembiring menyatakan sampai saat ini belum ada rencana perusahaan asuransi dan dana pensiun bagi anggota TNI dan Polri itu masuk ke instrumen pasar modal.

"Sampai saat ini belum ada rencana [membeli saham]," ujarnya kepada Bisnis, Senin (16/3/2020).

Asabri saat ini tercatat memiliki aset senilai Rp30,84 triliun pada akhir 2019, dengan liabilitas mencapai Rp36,94 triliun.

Sejumlah portofolio Asabari di Desember 2019 tercatat menyebar di sejumlah instrumen seperti reksa dana sebesar 45,3%, obligasi sebesar 30,57%, lalu di saham mencapai 14,53%.

Adapun sebelumnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau kini dikenal dengan BP Jamsostek akan menyerap saham-saham bervaluasi murah dengan fundamental baik di tengah merosotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) beberapa hari ini.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan selaku pengelola dana panjang, pihaknya memandang momentum ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan saham berfundamental bagus dengan harga relatif murah.

“[Saat ini] momentum kami untuk masuk ke pasar saraham," ujarnya usai membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin (16/3/2020).

Agus mengatakan terus mengevaluasi total dana yang akan dialokasikan ke pasar saham. Sebagai gambaran, sepanjang Januari hingga Februari 2020, BP Jamsostek telah bertransaksi senilai Rp20 triliun.

Rinciannya membeli Rp10 triliun dan menjual Rp9 triliun. Dengan demikian, tercatat beli bersih atau net buy senilai Rp1 triliun.

“Alokasi sampai akhir tahun Rp6 triliun - Rp8 triliun dengan asumsi hanya beli saja tidak menjual,” paparnya.

Saat ini total dana kelolaan perseroan mencapai Rp431 triliun per akhir Desember 2019. Dari nilai itu, 19 persen dialokasikan ke pasar saham dan 9 persen ke instrumen reksa dana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini