Industri Asuransi Bisa Berkontribusi Lebih Menangani Virus Corona

Bisnis.com,23 Mar 2020, 21:57 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2019). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI menilai bahwa industri asuransi dapat berkontribusi lebih lanjut dalam penanganan virus corona, salah satunya dengan turut melakukan donasi.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid-19 sudah sepatutnya menjadi perhatian dunia usaha. Selain mengganggu aktivitas bisnis, penyebaran virus itu pun memberikan risiko besar bagi masyarakat.

Dody menilai bahwa industri asuransi dapat turut berkontribusi menangani pandemi tersebut, selain melalui proteksi asuransi bagi para nasabahnya. Menurut Dody, kontribusi langsung yang dapat dilakukan adalah dengan menekan laju penyebaran virus.

"Kontribusi secara langsung adalah semua perusahaan berusaha mengamankan karyawannya dengan memberlakukan sistem bekerja dari rumah [work from home atau WFH] dan menghimbau agar melakukan social distancing," ujar Dody kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Dia pun menjelaskan bahwa industri asuransi dapat turut memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap penanganan virus corona melalui bantuan dana. Donasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis, hingga kebutuhan pokok masyarakat yang perekonomiannya terganggu.

"Kontribusi secara tidak langsung adalah dengan berpartisipasi memberikan bantuan, yang diserahkan kepada kebijakan masing-masing perusahaan asuransi," ujar Dody.

Berdasarkan data statistik perasuransian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri asuransi umum mencatatkan nilai aset Rp162,6 triliun per Januari 2020. Sepanjang 2019 industri asuransi umum memperoleh total laba hingga Rp5,87 triliun atau naik 15 persen (year-on-year/yoy) dari laba 2018 senilai Rp5,11 triliun.

Adapun, hingga Senin (23/3/2020) jumlah pasien yang positif terjangkit Covid-19 mencapai 579 orang, atau terdapat penambahan 65 orang pasien pada hari ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 pasien telah meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini