BI Guyur Rp300 Triliun untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Ini Rinciannya

Bisnis.com,24 Mar 2020, 16:38 WIB
Penulis: Feni Freycinetia Fitriani
Suasana kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Jakarta/ JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan terus meningkatkan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga nilai tukar rupiah.

"Sejauh ini, BI telah menginjeksi likuditas hampir Rp300 triliun. Melalui pembelian SBN [Surat Berharga Negara] Rp168 triliun dan dari repo perbankan Rp55 triliun. Tak lupa, ada penurunan GWM [giro wajib minimum] yang beraku April ini Rp75 triliun," katanya saat siaran langsung melalui Channel Youtube BI, Selasa (23/3/2020).

Dia mengungkapkan total aliran modal asing yang keluar (capital outflow) sejak merebaknya wabah Covid-19 mencapai Rp125,2 triliun yang terdiri dari saham, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Menurutnya, capital outflow terbesar berasal dari SBN sebesar Rp112 triliun. Sementara itu, dana yang keluar di pasar saham mencapai Rp9,2 triliun.

"Kondisi capital outflow sebagian besar terjadi pada Maret, yaitu Rp104,7 triliun dari total Rp125,2 triliun," ungkapnya.

Berdasarkan laporan Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berakhir terapresiasi 75 poin atau 0,45 persen ke level Rp16.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/3/2020).

Sementara itu, kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di posisi Rp16.486 per dolar AS, menguat 0,7 persen dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp16.608 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini