Pendaftaran Kartu Prakerja Mundur Jadi 11 April, Ini Penyebabnya

Bisnis.com
Oleh:
ANTARA Sejumlah peserta dari Papua Barat mengikuti pelatihan menjahit di Factory dan Outlet C59, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/6). Sedikitnya 20 wanita dari daerah Bintuni, Papua Barat, mendapatkan pelatihan dan pembekalan selama setahun dari Factory dan Outlet C59 untuk mengembangkan keterampilan dan potensi tekstil di daerah asalnya.

Bisnis.com, JAKARTA – Adanya gangguan teknis dalam proses pendaftaran kartu prakerja membuat peluncuran program tersebut kembali mundur.

Direktur Komunikasi Program Kartu Pra-kerja Panji Winanteya Ruky mengatakan peluncuran program kartu prakerja mundur menjadi Sabtu 11 April 2020. Adapun, pada awalnya, program tersebut akan diluncurkan pada hari ini, Kamis (9/4/2020).

“Kami perlu memastikan situs [kartu prakerja] dapat memberikan layanan yang andal dan aman serta demi memitigasi adanya kendala-kendala teknis pada saat pendaftaran dimulai,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2020).

Kendati terdapat kemunduran jadwal peluncuran program kartu prakerja, dia menyatakan program ini masih sesuai dengan rencana awal saat soft launching. Pasalnya, pemerintah menjanjikan jika laman resmi kartu prakerja dapat beroperasi secara peuh pada pekan kedua April 2020.


Panji mengatakan, saat ini dia tengah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait tentang perubahan jadwal tersebut.

Seperti diketahui, program tersebut awalnya akan diluncurkan pada hari ini, Kamis (9/4/2020). Namun, laman pendaftaran program tersebut yakni www.prakerja.go.id belum dapat digunakan secara normal atau error

Adapun, bukan kali ini saja rencana peluncuran kartu prakerja harus kembali mundur.


Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan Raden Soes Hindharno mengatakan semulai pendaftaran untuk kartu prakerja dijadwalkan pada 4 April 2020. Namun, mundur menjadi 9 April karena proses pendataan yang masih belum selesai.

Dalam proses pelaksanaan program kartu prakerja tersebut, setiap pekan akan diterima sekitar 160.000 hingga 164.000 orang pendaftar. Jika dalam satu pekan terdapat 200.000 orang pendaftar, maka sisanya akan masuk slot pekan berikutnya.

Soes mengatakan untuk daerah yang sulit akses internetnya, calon peserta bisa mendaftar secara langsung ke kantor disnaker setempat. Nantinya, disnaker akan mendaftarkan ke pusat. Sebab itu, dia mengaku sejak kemarin pihaknya terus melakukan rapat koordinasi dengan Kadisnaker di daerah-daerah agar bisa memfasilitas jika daerahnya tidak memiliki akses internet.

“Seperti di Papua, itu persentasenya kecil kalau mendaftar lewat online, kebanyakan hanya bisa offline,” ujarnya, Rabu malam(8/4/2020)

Secara teknis, para penerima kartu prakerja akan mendapatkan pelatihan melalui platform yang sudah bekerjasama dengan pemerintah seperti Ruangguru atau Usahaku.

Jika biaya pelatihan ternyata kurang dari alokasi yang ditetapkan yaitu Rp1 juta/orang, Soes mengatakan sisa alokasi dana nantinya bisa digunakan jikalau ada calon penerima tambahan.

“Katakan dia pilih lembaga pelatihan lewat Ruangguru atau Usahaku misalnya, ternyata untuk pelatihan cooking ternyata hanya Rp300.000. Sisanya balik ke APBN, jaga-jaga kalau ternyata lebih dari 5,6 juta orang,” lanjutnya

Terkait data penerima kartu prakerja, Soes mengatakan hingga 7 April 2020 jumah penerima untuk sektor informal sebanyak 189.452 orang. Sedangkan penerima dari korban PHK dan pekerja yang dirumahkan sebanyak 1.010.579 orang.

Dari data tersebut yang menjadi prioritas adalah para pekerja di sektor pariwisata dan perhotelan, serta sektor konveksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini : bantuan sosial, kartu prakerja

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor: Yustinus Andri DP