Pandemi COVID-19, Transaksi Non-Tunai di McDonald's Naik 4 Kali Lipat

Bisnis.com,15 Apr 2020, 17:19 WIB
Penulis: Krizia Putri Kinanti
Pengunjung antre untuk mendapatkan makanan saat acara National Breakfast Day di MCDonald`s Indonesia, di Jakarta, Senin (12/3/2018)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Di masa pandemi COVID-19 yang masih mewabah, perusahaan teknologi digital Youtap Indonesia mencatat kenaikan transaksi nontunai yang cukup signifikan pada berbagai merchant, salah satunya McDonald’s Indonesia.

Youtap Indonesia mengembangkan solusi digital untuk McDonald’s Indonesia, yang sudah terintegrasi dengan beberapa penerbit uang elektronik seperti LinkAja dan ShopeePay serta aplikasi reward Cashbac.

Solusi dengan scanner khusus ini telah terintegrasi untuk transaksi di konter kasir, self ordering kiosk (SOK), dan drive-thru. Metode transaksi ini dinilai aman digunakan pada saat pandemi COVID-19 sebab transaksi dilakukan nontunai, tanpa ada kontak dan pertukaran media.

“Solusi digital dari Youtap sangat mendukung inisiatif nontunai kami dan memberi keleluasaan kepada pelanggan dalam melakukan pembayaran. Dengan transaksi yang cepat dan aman melalui Youtap ini, kami juga melihat kenaikan yang signifikan untuk penggunaan nontunai pada transaksi drive-thru di masa pandemi ini,” ujar Yanti Lawidjaja, Direktur IT dan Keuangan dari McDonald’s Indonesia melalui siaran pers, Rabu (15/4/2020).

Berdasarkan data yang tercatat oleh Youtap Indonesia, kenaikan pada transaksi nontunai pada layanan drive-thru McDonald’s ini mulai terjadi sejak minggu pertama pengumuman pandemi. Saat ini porsinya naik hingga 4 kali lipat dengan rata-rata nilai transaksi hariannya naik hingga sekitar 170 persen.

Saat ini, McDonald’s menitikberatkan pada layanan McDelivery, drive-thru dan take-away yang semuanya tanpa kontak langsung untuk mendukung langkah pemerintah dalam melakukan social distancing guna mencegah laju penyebaran COVID-19.

Sebelumnya, Youtap juga mencatat adanya kenaikan transaksi non-tunai pada merchant-merchant lainnya di seluruh Indonesia hingga 129 persen, menyusul perubahan kebiasaan konsumen yang lebih memilih pembayaran nontunai di masa pandemi COVID-19.

Herman Suharto, CEO Youtap Indonesia, mengatakan bahwa pandemi COVID-19 memang memberikan dampak pada banyak entitas bisnis. Saat ini pihaknya terus melakukan edukasi kepada merchant untuk program Bersih, Sehat, Aman: menjaga kebersihan, social distancing, dan bertransaksi dengan nontunai.

“Kami pun mulai mengedukasi bagi merchant UMKM untuk memberikan layanan pesan antar dengan transaksi nontunai. Ini adalah momentum kita untuk mendorong adopsi transaksi digital yang nyaman dan aman.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini