Naik Kelas, Bank CCB Indonesia Bidik Rp3,19 Triliun Lewat Rights Issue

Bisnis.com,15 Apr 2020, 18:44 WIB
Penulis: M. Nurhadi Pratomo
Kantor Bank CCB Indonesia/idn.ccb.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. akan melakukan penggalangan dana melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dengan jumlah dana yang akan dihimpun sebanyak-banyaknya Rp3,19 triliun.

Emiten berkode saham MCOR itu menyampaikan prospektus ringkas rencana penawaran umum terbatas (PUT) V di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/4/2020).

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 21,28 miliar saham baru atas naman dengan nilai nominal Rp100 per saham lewat penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Adapun, setiap pemegang 100 saham lama perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 22 Juni 2020 berhak atas 128 HMETD. Setiap 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham.

“Jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PUT V ini sebanyak-banyaknya Rp3,19 triliun,” tulis Manajemen MCOR dalam prospektus ringkasnya.

PT Sinar Mas Multiartha Tbk. bertindak sebagai pembeli siaga HMETD. Apabila alokasi pemesanan saham tambahan masih terdapat sisa saham baru yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham atau pemegang HMETD dalam PUT V, maka Sinar Mas Multiartha akan membeli seluruh sisa saham dengan harga pelaksanaan Rp150.

MCOR mengindikasikan pernyataan efektif HMETD dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan diperoleh pada 10 Juni 2020. Adapun, periode terakhir pencatatan atau recording date untuk memperoleh HMETD diperkirakan pada 22 Juni 2020 dan pelaksanaan HMETD diperkirakan berlangsung pada 24 Juni 2020—7 Juli 2020.

Dalam prospektus ringkas, MCOR menjelaskan bahwa dana yang diperoleh perseroan dari hasil PUT V akan digunakan untuk memperkuat struktur permodal perseroan untuk menjadi bank dengan kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III yang selanjutnya akan digunakan untuk meningkatkan aset produktif perseroan. Tujuannya, untuk mendukung penyaluran kredit dalam rangka pengembangan usaha sesuai dengan rencana bisnis bank perseroan.

“Penggunaan dana, setelah hasil PUT V diterima, akan dimasukkan ke dalam komponen modal inti [Tier1] perseroan dan merupakan bagian dari struktur permodalan perseroan. Modal inti perseroan per 31 Desember 2019 senilai Rp2,36 triliun,” jelas Manajemen MCOR.

MCOR menambahkan apabila dana hasil PUT V sebanyak-banyaknya sebesar Rp3,15 triliun masuk ke komponen modal maka posisi modal inti perseroan akan naik menjadi Rp5,51 triliun. Perseroan akan melaporkan secara periodik realisasi penggunaan dana hasil PUT V ini kepada OJK sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini