Ini Cara Pemerintah Selamatkan Bisnis Kopi di Indonesia

Bisnis.com,17 Apr 2020, 14:00 WIB
Penulis: Desyinta Nuraini
Barista melakukan roasting kopi di salah satu produsen kopi di Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah memperkuat skema dan program untuk membantu pelaku koperasi dan UMKM, termasuk mata rantai kopi. Hal ini sebagai upaya mengatasi dampak virus corona terhadap sektor tersebut.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) M Riza Damanik menyebut bahwa selain anggaran untuk penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial dan penyelamatan UMKM telah menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Langkah tersebut antara lain melalui relaksasi kredit usaha dan stimulus pinjaman bagi UMKM dan koperasi, pembebasan pajak UMKM, kartu pra kerja, kartu sembako, bantuan tunai, dan stimulus daya beli produk UMKM. "Termasuk pelibatan UMKM dalam pembuatan masker non medic," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (17/4/2020).

Kasubdit Tanaman Penyegar, Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti keringanan kredit usaha serta menyiapkan pasar ekspor alternatif.

"Tahun ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian disiapkan dengan bunga rendah yakni 6% per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp50 juta," tutur Hendratmojo.

Pada 2020, Ditjen Perkebunan ditarget realisasi KUR sebesar Rp20,37 triliun dengan rincian di hulu Rp19,76 triliun dan di hilir Rp0,6 triliun. "Untuk komoditas yang besar di sektor ekspor seperti kopi, kami mengkaji alternatif pasar ke negara-negara seperti Jerman, Perancis, Amerika Serikat, Argentina, Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini